News

JI Alirkan Dana ke Bengkel dan Sasana Bela Diri

Terungkap bermula dari penangkapan terduga pelaku


JI Alirkan Dana ke Bengkel dan Sasana Bela Diri
Ilustrasu: Petugas kepolisian berjaga saat penggeledahan sebuah ruko yang dihuni terduga teroris di Indramayu, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019) malam. Tim Densus 88 bersama Polres Indramayu berhasil mengamankan sejumlah barang bukti dari kediaman terduga teroris berinisial RF yang merupakan kelompok JAD Bekasi. Sebanyak 22 orang terduga teroris di sejumlah wilayah Indonesia pascapenyerangan terhadap Menkopolhukam. Beberapa daerah diantaranya Jawa Barat, Lampung, Sulawesi Utara, Jambi dan Jakarta. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

AKURAT.CO - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkap aliran dana kelompok teror Jamaah Islamiyah (JI). Salah satunya dana diberikan kepada bengkel dan sasana bela diri milik anggota kelompok JI.

"Lebih jelas misalnya seperti mengalirnya dana itu ke sebuah bengkel. Sebuah bengkel atau kaya semacam workshop," kata Kabag Banops Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan, Jumat (26/11/21).

Aswin mengungkap aliran dana ke sebuah bengkel awalnya diketahui dari penangkapan terduga pelaku. Setelah dilakukan penggeledahan pihaknya menemukan senjata rangkitan di bengkel tersebut.

"Setelah ada penangkapan, ada senjata rakitan yang ditemukan ternyata itu berasal dari bengkel tersebut. Bengkel tersebut memang menerima dana yang dipakai untuk membuat duplikat-duplikat, atau rakitan bagian-bagian dari senjata api gitu," lanjut Aswin.

Setelah mendapatkan barang bukti senjata rakitan, terungkap jika bengkel tersebut menerima aliran dana dari JI untuk memproduksi bagian-bagian dari senjata rakitan.

Selain bengkel, Densus 88 juga menemukan aliran dana yang disalurkan kepada perguruan bela diri yang bernama Sasana. Sasana sendiri dibentuk untuk melatih kader JI.

"Densus juga menemukan ada aliran dana ke sebuah kelompok yang disebut dengan sasana yang kegiatannya latihan-latihan fisik, beladiri kemudian terungkap ternyata itu adalah bagian atau afiliasi untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk membekali kader-kadernya dengan kemampuan untuk melawan petugas," kata Aswin.

Para kader kemudian dilatih langsung oleh para mantan kombantan-kombatan JI yang telah dikirim ke Afghanistan atau negara-negara konflik lain sehingga memiliki bekal kemampuan bertempur.

Namun, kelompok pelatihan bela diri tersebut sulit dibedakan dengan tempat pelatihan lain yang lazim berada di masyarakat.