News

Jhony Allen Marbun: Demi Tuhan Saya Bersaksi, SBY Tidak Berkeringat Sama Sekali

Kisruh internal antar kader Partai Demokrat tak kunjung mereda.


Jhony Allen Marbun: Demi Tuhan Saya Bersaksi, SBY Tidak Berkeringat Sama Sekali
Tangakapan layar video Kompas TV: Eks politikus Partai Demokrat Joni Allen Marbun saat menyampaikan pernyataan soal kisruh Partai Demokrat

AKURAT.CO, Kisruh internal antar kader Partai Demokrat tak kunjung mereda. Malah cenderung meluas.

Kini, perseteruan itu menyeret cerita awal berdirinya partai berlambang bintang mercy itu. Bahkan, SBY dianggap sama sekali tidak punya andil dalam membesarkan partai sejak awal.

Mantan Politisi Partai Demokrat Jhony Allen Marbun menyatakan, Partai Demokrat didirikan oleh seluruh kader di pusat dan daerah di seluruh Indonesia. Para kader berjuang mati-matian untuk bisa meloloskan partai itu ke pemilu 2004.

baca juga:

Selama proses perjuangan menuju verifikasi itu, SBY sama sekali tak punya andil. Perjuangan hanya dilakukan  oleh para pendiri dan kader di seluruh daerah. Sehingga lolos menjadi peserta Pemilu tahun 2004.

"Demi Tuhan saya bersaksi, SBY tidak berkeringat sama sekali. Apalagi berdarah-darah sebagaimana pernyataannnya di berbagai kesempatan," katanya dalam video yang beredar luas di media sosial, Senin (1/3/2021).

Dia mengaku bahwa dirinya dan para pendiri partai dan para senior adalah pelaku sejarah partai. Para kader dari Sabang sampai Merauke, dari Pulau Miangas hingga Pulau Rote bersusah payah memenuhi persyaratan untuk meloloskan partai itu dalam verifikasi peserta Pemilu.

"Saya beserta para pendiri dan para senior partai adalah pelaku sejarah partai Demokrat. Saya menyatakan bahwa di dalamnya ada perjuangan para kader dari Sabang sampai Merauke bersusah payah, bekerja keras.  Tidak mengenal Lelah dan waktu untuk bekerja keras sehingga lolos verifikasi," ujarnya.

Namun setelah besar dan menjadi partai peserta Pemilu, bahkan mengantarkan SBY menjadi Presiden RI, partai tersebut berubah menjadi partai dinasti. Karena itu, dia mengajak kader Demokrat untuk bersama-sama menyelematkan partai itu dari keterpurukannya lantaran telah berubah fungsi menjadi partai keluarga Cikeas. Salah satu caranya adalah dengan mengusung Kongres Luar Biasa tahun 2021.

"Sudah tertanam di masyarakat bahwa Partai Demokrat sebagai partai dinasti sejak KLB pertama di Bali tahun 2013. Dimana bapak SBY menjadi ketua umum, dan anak kandungnya Edy Baskoro Yudhoyono sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Ini baru pertama kali di Indonesia. Bahkan di dunia," katanya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu