News

Jhoni Allen Marbun: SBY Kudeta Anas Urbaningrum dan Rekayasa Kongres Surabaya

Jhoni Allen Marbun kembali mempertegas posisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Partai Demokrat.


Jhoni Allen Marbun: SBY Kudeta Anas Urbaningrum dan Rekayasa Kongres Surabaya
Tangakapan layar video Kompas TV: Eks politikus Partai Demokrat Joni Allen Marbun saat menyampaikan pernyataan soal kisruh Partai Demokrat (AKURAT.CO/Istimewa)

AKURAT.CO, Mantan politikus Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun kembali mempertegas posisi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam Partai Demokrat.

Dia mengatakan, mantan Presiden SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat bukanlah pendiri Partai Demokrat. SBY justru berperan besar dalam kudeta Anas Urbaningrum (AU) dari posisinya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Dalam pernyataannnya, Jhoni mengungkap penggalan sejarah Partai Demokrat yang menyimpan fakta-fakta yang belum diketahui publik pada umumnya. Salah satunya proses kudeta kepimpinan Anas Urbaningrum dari pucuk pimpinan partai berlambang bintang mercy itu.

baca juga:

Dalam vidio yang beredar luas di media sosial, Jhoni bercerita bahwa pada saat AU tersandung masalah korupsi proyek hambalang, SBY selalu Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat sekaligus Presiden RI membentuk Presidium Penyelamat Partai Demokrat. Padahal saat itu, AU belum berstatus tersangka.

"SBY selalu Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan juga Presiden RI mengambil kekuasaan Ketua Umum AU dengan cara membentuk presidium. Di mana ketuanya adalah SBY, wakil ketuanya adalah AU yang tidak memiliki fungsi lagi dalam menjalankan roda Partai Demokrat sebagai Ketua Umum. Inilah kudeta yang pernah terjadi di tubuh Partai Demokrat," katanya dalam vidio yang beredar luas di media sosial.

Setelah AU menjadi tersangka di KPK, terjadilah Kongres Luar Biasa (KLB) pertama atau kongres ketiga partai di Bali tahun 2013. Kongres itu dihajatkan untuk melanjutkan sisa kepemimpinan AU hingga tahun 2015. Saat itu, dalam pidatonya, SBY mengatakan hanya akan menersukan sisa kepemimpinan AU.

"Sehingga saya Jhoni Allen Marbun diperintahkan oleh SBY untuk membujuk Marzuki Allie yang saat itu menjabat Ketua DPR RI untuk tidak maju sebagai kandidat Ketum Demokrat. Padahal pada Kongres kedua 2010 memperoleh suara kedua terbesar setelah AU," ujarnya.

Cerita terus bersambung seiring perjalanan Partai Demokrat pada tahun-tahun berikutnya. Dia mengatakan, pada kongres keempat di Surabaya tahun 2015, Jhoni mengungkap peran SBY membuat skenario memunculkan calon tunggal Ketua Umum Partai Demokrat yang tak lain adalah dirinya sendiri. Rekayasa itu membuktikan bahwa SBY mengkhianati janjinya sendiri, sekaligus terhadap kader Partai Demokrat.

"SBY merekayasa jalannya kongres (keempat) agar dia menjadi calon tunggal sebagai Ketum.  Inilah bentuk pengkhianatan janjinya terhadap dirinya sendiri dan kader Partai Demokrat di seluruh tanah air," ujarnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu