Olahraga

Jerman Ikuti Norwegia Soroti Dugaan Pelanggaran HAM di Qatar

Pemain Jerman mengenakan kaos hitam dengan masing-masingnya bertuliskan satu huruf yang akan membentuk frasa “human rights” dalam laga menghadapi Islandia.


Jerman Ikuti Norwegia Soroti Dugaan Pelanggaran HAM di Qatar
Tim Nasional Jerman mengenakan kaus bertuliskan (TWITTER/FIFA World Cup)

AKURAT.CO, Tekanan terhadap Qatar atas kasus pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di negara tersebut selama proyek pengerjaan Piala Dunia 2022 belum berhenti. Setelah Tim Nasional Norwegia melakukan kampanye untuk menyoroti masalah tersebut, kini juara Piala Dunia 2014, Jerman, pula melakukannya.

Sebagaiman Norwegia yang mengenakan kaos bertuliskan “Respect Human Rights on and off the Pitch” dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 versus Gibraltar di Stadion Victoria di Gibraltar, Rabu (24/3), giliran Jerman yang melakukannya di MSV-Arena di Duisburg, Jerman, sehari kemudian.

Agak berbeda dengan Norwegia, dalam laga yang dimenangi Jerman dengan skor 3-0 itu, para pemainnya mengenakan kaos berwarna hitam dengan masing-masingnya bertuliskan satu huruf yang akan membentuk frasa “human rights” yang berarti hak asasi manusia.

Turut dalam barisan tersebut Kapten Manuel Neuer, gelandang Ilkay Guendogan, serta winger Leroy Sane. Juga pemain Chelsea Kai Havert, Antonio Ruediger, serta Emre Can.

“Kita punya Piala Dunia yang akan datang dan akan ada diskusi tentang (pelanggaran hak asasi manusia) di Qatar,” kata gelandang Jerman, Leon Goretzka, sebagaimana dipetik dari BBC.

“Kami ingin menunjukkan bahwa kami tidak mengabaikan hal itu. Kami punya jangkauan yang luas dan kami bisa menggunakannya untuk menunjukkan nilai-nilai yang kami bela.”

Protes ini menyusul laporan media terkemuka di Inggris, The Guardian, pada bulan lalu yang menyebut bahwa 6.500 pekerja migran dalam proyek Piala Dunia Qatar telah meninggal dunia sejak negara tesebut mendapatkan hak penyelenggaraan pada 2010.

Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) sendiri tidak menghukum tim nasional yang menyuarakan masalah ini. FIFA menegaskan bahwa mereka percaya pada kebebasan berpendapat dan kekuatan sepakbola sebagai pendorong ke arah kebaikan.

Komite Penyelenggara Piala Dunia Qatar sejauh ini telah menyatakan bahwa mereka menyesali seluruh kematian dan melakukan penyelidikan terhadap setiap insiden. Sementara pemerintahnya mengatakan angka kematian dalam kisaran yang diperkirakan untuk ukuran dan demograsi populasi pekerja.

Selain itu, muncul pula pembicaraan untuk memboikot Piala Dunia di Qatar. Selain di Norwegia, Timnas Belanda telah mendapat pertanyaan apakah mereka akan tetap berangkat ke Qatar tahun depan jika mereka lolos ke Piala Dunia.[]