Ekonomi

Jerman Hadapi Risiko Resesi Gegara Krisis Gas Rusia Semakin Dalam

Sedangkan Jerman meninggalkan celah besar untuk mengisi pasar gas global yang sudah ketat.


Jerman Hadapi Risiko Resesi Gegara Krisis Gas Rusia Semakin Dalam
Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck (kiri) mengatakan pengurangan pasokan merupakan serangan ekonomi dan bagian dari rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menimbulkan ketakutan. (wallpaperspeed.id)

AKURAT.CO, Sebuah Badan Industri memperingatkan Jerman akan menghadapi resesi tertentu apabila pasokan gas Rusia yang goyah berhenti sepenuhnya. Sementara Pemerintah Italia mengatakan akan mempertimbangkan menawarkan dukungan keuangan untuk membantu perusahaan mengisi ulang penyimpanan gas guna menghindari krisis yang lebih dalam di musim dingin.

Melansir dari Reuters, Rabu (22/6/22), negara-negara Uni Eropa dari Laut Baltik di utara hingga Laut Adriatik di selatan telah menguraikan langkah-langkah untuk mengatasi krisis pasokan setelah invasi Rusia ke Ukraina menempatkan energi di jantung pertempuran ekonomi antara Moskow dan Barat.

Uni Eropa mengandalkan Rusia sebanyak 40% dari kebutuhan gasnya sebelum perang, naik menjadi 55%. Sedangkan Jerman meninggalkan celah besar untuk mengisi pasar gas global yang sudah ketat. Beberapa negara telah merespons dengan membatalkan sementara rencana penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara.

baca juga:

Di sisi lain, harga gas telah mencapai level rekor, mendorong lonjakan inflasi dan menambah tantangan bagi pembuat kebijakan yang mencoba menarik Eropa kembali dari jurang ekonomi.

Asosiasi industri BDI Jerman pada Selasa (21/6/22) memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi untuk 2022 menjadi 1,5% dari 3,5% yang diharapkan sebelum perang dimulai pada 24 Februari. Mereka mengatakan penghentian pengiriman gas Rusia akan membuat resesi di ekonomi terbesar Eropa tak terelakkan.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck mengatakan pengurangan pasokan merupakan serangan ekonomi dan bagian dari rencana Presiden Rusia Vladimir Putin untuk menimbulkan ketakutan.

"Ini adalah dimensi baru. Strategi ini tidak bisa dibiarkan berhasil,: kata Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck.

Perlambatan telah menghambat upaya Eropa untuk mengisi ulang fasilitas penyimpanan, sekarang sekitar 55% penuh. Untuk memenuhi target di seluruh UE sebesar 80% pada Oktober dan 90% pada November, tingkat yang akan membantu melihat blok itu selama musim dingin jika pasokan terganggu lebih lanjut.

Pada hari Selasa, pemerintah Italia mengumumkan langkah-langkah awal untuk meningkatkan penyimpanan gas setelah perusahaan energi Eni (ENI.MI) yang melaporkan kekurangan aliran dari Rusia selama lebih dari seminggu.