Ekonomi

Jepang Ucap G7 Mulai Perbanyak Paket Bantuan Ekonomi ke Ukraina

Jepang juga akan fokus pada bantuan dan patungan dari negara anggota G7 sebanyak US$20 miliar


Jepang Ucap G7 Mulai Perbanyak Paket Bantuan Ekonomi ke Ukraina
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida (Reuters)

AKURAT.CO, Para menteri keuangan dari negara-negara anggota G7 telah sepakat untuk memberikan bantuan ke Ukraina untuk mendukung negara tersebut melawan Rusia. Bantuan tersebut akan berbentuk finansial dan beberapa sanksi demi mengisolasi ekonomi Rusia.

Kesepakatan itu dihasilkan setelah seluruh menteri keuangan dari negara-negara anggota G7 bertemu di Jerman selama dua hari. Dalam pertemuan tersebut bantuan finansial kepada Ukraina nantinya akan disalurkan dari dana patungan dari anggota G7 dan penambahan banyak sanksi terhadap Rusia terkait invasi tersebut.

Menteri Keuangan Jepang Suzuki Shunichi mengatakan tindakan Rusia itu sangat tidak dapat diterima. Ia mengatakan negara-negara G7 telah memberikan sejumlah sanksi dan menerapkan tekanan diplomatik atas Rusia guna mengakhiri invasi tersebut.

baca juga:

"Jepang akan melipat gandakan jumlah pinjaman sebelumnya ke Ukraina, pinjaman tersebut akan didanai dengan Bank Dunia yang kini jumlahnya telah mencapai US$600 juta," ujar Suzuki, dilansir dari NHK News (22/5/2022).

Sebelumnya, para pemimpin barat dan sekutu terus menekan India dan China agar mereka mendukung sanksi yang diterapkan ke Rusia sembari meningkatkan dan mengingatkan mereka bahwa konflik ini akan berlarut-larut akan mengakibatkan resesi global.

Selain itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat, Janet Yellen menghimbau sekutu dan negara sahabat untuk meningkatkan bantuan dana kepada Ukraina. Janet Yellen menilai dana yang telah diguyur kepada negara tersebut masih belum bisa mencukupi kebutuhan yang ada ditengah konflik dengan Rusia.

Janet Yellen dalam sambutannya pada Forum Ekonomi Brussel mengatakan kebutuhan pembiayaan dari Ukraina sangat signifikan, sehingga negara tersebut butuh dana anggaran yang cukup untuk membayar tentara, karyawan, pensiunan serta mengoperasikan kembali ekonomi yang bisa memenuhi kebutuhan dasar negara dan rakyatnya.

" Kebutuhan pembiayaan Ukraina signifikan. Ukraina membutuhkan dana anggaran untuk membayar tentara, karyawan dan pensiunan, serta untuk mengoperasikan ekonomi yang memenuhi kebutuhan dasar warganya," tutur Janet Yellen dilansir dari Reuters, Selasa (17/5/2022).

Jenet Yellen menambahkan, Ukraina memang membutuhkan dukungan besar-besaran untuk rekonstruksi dan pemulihan. Dukungan bilateral dan multilateral sejauh ini yang telah diumumkan oleh sekutu belum cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar negara itu.

Sumber: Reuters, NHK News