Olahraga

Jepang Terbuka: Grego Terus, Jojo Terhenti

Jepang Terbuka: Grego Terus, Jojo Terhenti
Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, setelah memastikan kemenangan atas Pai Yu Po di putaran kedua Jepang Terbuka 2024, Rabu (31/8). (PBSI)

AKURAT.CO, Pebulutangkis tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, meneruskan tren positif di hari ketiga Jepang Terbuka 2022. Menghadapi wakil Chinese Taipei, Pai Yu Po, di Maruzen Intec Arena, Osaka, Jepang, Kamis (1/9), Gregoria menang lewat laga tiga set dengan skor 21-9, 18-21, dan 21-9.

Sebagaimana skor tertera, Gregoria digdaya di set pertama di mana ia sudah unggul 19-7 sebelum memastikan kemenangan 21-9.

Adapun set kedua seakan bakal berjalan seperti set pertama ketika Gregoria unggul 6-1. Namun, sejak Yu Po menyamakan kedudukan pada posisi 13-13, ia bangkit dan memaksa pertandingan ke set ketiga dengan merebut set kedua pada skor 21-18.

baca juga:

Gregoria kembali mendapatkan momentumnya di set penutup di mana ia langsung unggul 13-3 dan 19-5. Total, atlet berusia 23 tahun tersebut membutuhkan waktu 52 menit untuk memastikan tiket ke perempat final dengan kemenangan 21-9 di set akhir.

Di perempat final, Gregoria tinggal menantikan pemenang antara juara Olimpiade Tokyo 2020 asal China, Chen Yu Fei, menghadapi pebulutangkis dari Amerika Serikat, Zhang Beiwen.

Sayangnya, sukses Gregoria tak diikuti oleh koleganya di sektor tunggal putra, Jonatan Christie. Jojo-sapaan Jonatan-harus menyerah atas wakil tuan rumah, Kenta Nishimoto, dalam pertarungan tiga set yang melelahkan.

Jonatan membuka permainan dengan menghadapi perlawanan ketat namun ia bisa mulai menguasai sejak skor 8-8. Juara Asian Games 2018 itu unggul 13-9 dan 20-15 sebelum menang 21-15.

Set kedua berlangsung sebaliknya di mana Nishimoto justru mengambil kendali selepas skor 6-6. Keunggulan 17-10 menjadi titik lesat Nishimoto untuk merebut set kedua pada kedudukan 21-13.

Adapun set terakhir benar-benar menjadi arena yang seimbang. Nishimoto lebih banyak memimpin perolehan angka dan Jonatan tak bisa memanfaatkan situasi imbang 18-18 sebelum akhirnya kalah 18-21 dengan total durasi satu jam delapan menit.[]