News

Jepang Ketar-ketir, 70 Persen Rumah Sakit Terisi akibat Lonjakan Kasus Covid-19

Tempat tidur rumah sakit akan dikhususkan untuk pasien COVID-19 parah, sementara yang lainnya menjalani isoman di rumah.


Jepang Ketar-ketir, 70 Persen Rumah Sakit Terisi akibat Lonjakan Kasus Covid-19
Para komuter yang memakai masker tiba di stasiun Shinagawa untuk berangkat ke kantor pada Senin (2/8). (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Jepang akan mengubah kebijakannya untuk fokus pada pasien rawat inap COVID-19 yang parah dan mereka yang berisiko infeksinya berkembang menjadi parah. Keputusan ini diambil agar sistem medis tak kewalahan ketika kasus meroket di negara tersebut.

Dilansir dari Reuters, tuan rumah Olimpiade 2020 ini mengalami lonjakan tajam kasus virus corona. Lebih dari 10 ribu infeksi baru tercatat setiap hari secara nasional. Rekor tertinggi dipegang oleh Tokyo dengan 4.058 pada Sabtu (31/7), menembus 4 ribu untuk pertama kalinya.

"Kami akan mengamankan tempat tidur yang diperlukan untuk pasien yang sakit parah dan mereka yang berisiko terkena penyakit itu," ucap Perdana Menteri Yoshihide Suga pada Senin (2/8) usai rapat satgas pemerintah.

Sementara itu, pasien lain akan diminta untuk isolasi mandiri (isoman) di rumah. Namun, pemerintah berjanji akan memastikan mereka dapat dirawat di rumah sakit jika kondisinya memburuk.

Jepang memperluas status daruratnya pada Senin (2/8) dengan memasukkan 3 prefektur di dekat Tokyo dan prefektur Osaka. Sementara itu, status darurat untuk Tokyo dan pulau selatan Okinawa kini akan berlangsung hingga 31 Agustus.

Negeri Sakura telah berjuang menghindari wabah virus corona yang menghancurkan. Sekitar total 932 ribu kasus dan lebih dari 15 ribu kematian tercatat hingga Minggu (1/8).

Kini, negara tersebut berjuang menahan varian Delta yang sangat mudah menular. Padahal, masyarakatnya yang secara sukarela membatasi aktivitasnya sudah mulai bosan. Program vaksinasinya pun berjalan lambat, terutama di kalangan penduduk yang lebih muda. Baru kurang dari 30 persen penduduk Jepang telah divaksinasi lengkap.

Sementara itu, hampir 70 persen tempat tidur rumah sakit untuk pasien COVID-19 parah terisi pada Minggu (1/8). []