Olahraga

Jepang Buka Kemungkinan Olimpiade tanpa Penonton Asing

Jepang Buka Kemungkinan Olimpiade tanpa Penonton Asing
Tingkat vaksinasi 75 persen diperkirakan baru akan dicapai Jepang pada bulan Oktober, 2 bulan usai penutupan Olimpiade Musim Panas (Associated Press)

AKURAT.CO, Presiden Komite Penyelenggara Olimpiade Tokyo 2030, Seiko Hashimoto, mengisyaratkan kemungkinan bahwa penonton asing kemungkinan tak diizinkan untuk datang ke pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

Sebagaimana dikabarkan The Guardian, pilihan ini dipertimbangkan mengingat kekhawatiran warga Jepang terhadap pandemi virus corona (COVID-19) yang masih cukup luas di negara tersebut.

“Jika situasinya sulit dan bakal membuat kekhawatiran pelanggan (Jepang), itu adalah situasi yang perlu kami hindari agar itu tidak terjadi,” kata Seiko Hashimoto.

baca juga:

Kemungkinan tanpa penonton asing ini dikabarkan menjadi kesimpulan dalam rapat komite sebelum pertemuan dengan Presiden Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, pada Rabu (3/3) lalu.

Tuntutan untuk tak mengizinkan penonton asing pada perhelatan yang bakal digelar pada 23 Juli–8 Agustus mendatang tersebut juga diambil berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan di Jepang dalam beberapa waktu terakhir. Lebih dari 80 persen responden menginginkan olimpiade dibatalkan atau ditunda.

Thomas Bach sendiri sepertinya mengamini rencana Jepang tentang penonton asing. Ia menegaskan bahwa dalam kondisi saat ini, prioritas utama adalah pertandingan ketimbang penonton.

“Kami akan berfokus pada hal-hal esensial,” kata Bach. “Itu berarti terutama kompetisi. Ini harus menjadi fokus yang jelas. Untuk menghormati ini kami mungkin harus menetapkan satu atau prioritas lain.”

Meski demikian, Jepang sepertinya tidak membatasi penonton untuk warga negaranya sendiri. Hashimoto menyebut bahwa pilihan untuk sama sekali meniadakan penonton tidak dibahas dalam pembicaraan komite.

“Kami harus melihat ke situasi secara keseluruhan sebelum kami memutuskan persentase (penonton lokal). Kami yakin kami tidak akan diterima kecuali warga (Jepang) merasa percaya diri bahwa tindakan yang cukup telah diambil,” kata Hashimoto.

Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo akan melibatkan lebih dari 14 ribu atlet di mana 4.400 di antaranya merupakan paralimpian. Selain itu, aka nada lebih dari sepuluh ribu perangkat perhelatan seperti pelatih, juri, sponsor, media, dan VIP.

Olimpiade Tokyo tahun ini digelar pada jadwal tunda dari jadwal semula pada 24 Juli–9 Agustus 2020. Pandemi COVID-19 yang menyeruak ke seluruh dunia sejak Maret tahun lalu juga masih menempatkan Jepang dalam ketidakpastian penyelenggaraan.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu