News

Jepang Akan Deklarasikan Status Darurat Terkait Corona


Jepang Akan Deklarasikan Status Darurat Terkait Corona
Sebuah baliho Olimpiade Tokyo 2020 yang terpampang di sebuah gedung di Tokyo, Jepang, Selasa (17/3). (REUTERS/Edgard Garrido)

AKURAT.CO, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berencana mengumumkan status darurat penyebaran virus corona (COVID-19) pada hari Selasa (7/4). Deklarasi ini menyusul meningkatnya kasus di Jepang , di Tokyo saja kasus telah mencapai 1.000.

Khawatiran atas tingginya kasus yang tidak dapat ditelusuri, Gubernur Tokyo Yuriko Koike pekan lalu mengindikasikan bahwa ia akan mendukung deklarasi keadaan darurat sebagai sarana untuk membantunya mendesak warga untuk mematuhi langkah-langkah physical distancing yang lebih kuat.

Di bawah undang-undang yang direvisi pada bulan Maret untuk mencakup virus corona, perdana menteri dapat menyatakan keadaan darurat jika penyakit itu menimbulkan "bahaya besar" bagi kehidupan dan jika penyebarannya yang cepat dapat berdampak besar pada perekonomian.

Mendeklarasikan suatu keadaan darurat akan memberi para gubernur di daerah-daerah yang sangat parah terdampak untuk meminta orang-orang agar menutup rumah dan bisnis. Namun, ini tidak seperti penerapan lockdown di negara lain yang bersifat memaksa atau bahkan ditegakkan dengan mengerahkan militer. 

Dalam kebanyakan kasus di Jepang, tidak ada hukuman bagi yang mengabaikan imbauan dan penegakan akan lebih mengandalkan tekanan masyarakat.

Pemerintah kemungkinan akan menunjuk area metropolitan Tokyo yang lebih besar untuk keadaan darurat, dan mungkin juga prefektur Osaka dan Hyogo di Jepang barat.

Per Senin (6/4) Jepang telah mencatatkan 3.654 kasus dengan 85 kematian. 

Kenji Shibuya, direktur Institute for Public Health di King's College, London, mengatakan keputusan Abe mengenai keadaan darurat sudah terlambat karena ledakan kasus yang meningkat di Tokyo.

"Seharusnya paling lambat diumumkan 1 April lalu," imbuhnya. []