Lifestyle

Jenis Kelamin Bayi Tidak Sesuai Harapan, Begini Cara Menghadapinya

Gender disappointment atau kekecewaan gender adalah kondisi dimana jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan tidak sesuai dengan harapan


Jenis Kelamin Bayi Tidak Sesuai Harapan, Begini Cara Menghadapinya
Ilustrasi - Jenis kelamin bayi tidak sesuai harapan (Freepik/prostooleh)

AKURAT.CO Realitas memang sering tidak sesuai harapan. Hal ini pun sering terjadi saat masa-masa kehamilan maupun persalinan.

Ya, sering kali jenis kelamin bayi yang ada dalam kandungan tidak sesuai dengan harapan, dan menimbulkan perasaan sedih. Kondisi ini disebut gender disappointment atau kekecewaan gender.

"Kekecewaan gender adalah pengalaman psikologis yang sangat umum di antara para wanita dalam praktik saya. Perempuan sering kali takut bahwa kekecewaan adalah barometer bagaimana nantinya dirinya sebagai seorang ibu mampu mencintai anaknya,” kata psikolog berlisensi Dr. Emma Levine, PhD, dikutip AKURAT.CO, Selasa (5/7/2022). 

baca juga:

Jika kamu merasa kecewa dengan prediksi jenis kelamin anakmu, penting untuk memahami kekecewaan tersebut. Ini tidak berarti kamu tidak bisa mencintai si kecil.

Kekecewaan gender pada dasarnya adalah apa yang terjadi karena kenyataan tidak sesuai dengan harapan. 

"Ada banyak kesalahpahaman tentang gender disappointment. Itu bukan berarti orang tua tidak tahu berterima kasih," ujar psikolog klinis Dr Lindsay McMillan.

Meskipun terdengar sepele, kondisi ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental ibu hamil. Dalam banyak kasus, kekecewaan gender mungkin hanya berlangsung beberapa hari atau minggu dan sering hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, kondisi ini dapat berlanjut selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, yang mengarah pada kekecewaan gender yang ekstrem.

“Kuncinya di sini adalah preferensi itu fleksibel. Kebanyakan orang juga biasanya dapat memperoleh kembali 'pijakan emosional' dan, pada akhirnya, merasa optimis dan positif dalam kaitannya dengan jenis kelamin anak mereka yang belum lahir," jelas Dr. Levine

Melansir Baby Center, penelitian mengungkapkan bahwa empat emosi utama terkait dengan kekecewaan gender, yaitu keterasingan, kehilangan, kontrol, dan komodifikasi. Norma dan harapan budaya dapat berkontribusi pada perasaan kekecewaan gender.

Ingat, semua ketakutan dan perasaan ini valid, dan harus didiskusikan dengan pasangan dan sistem pendukung kamu.

Jika ingin menghilangkan kekecewaan ini, kamu perlu merefleksikan diri. Penting untuk mengetahui sumber kekecewaanmu. Apakah kekecewaan muncul karena merasa tidak aman atau kurang mampu mengasuh anak dengan jenis kelamin tertentu? Apakah itu terkait dengan keguguran sebelumnya, atau trauma lain dari masa lalu?

"Penting untuk terlebih dahulu membuat ruang untuk melakukan refleksi diri yang tidak menghakimi tentang perasaan kecewamu," ujar Dr. Levine.

Selain itu, beri dirimu waktu untuk berduka atas hilangnya fantasi. Ingat, tidak apa-apa menginginkan anak dengan jenis kelamin tertentu. Itu adalah keinginan manusia yang sepenuhnya normal.

Jadi ketika hasil USG tidak sesuai dengan harapan, biarkan diri bersedih karena kehilangan keinginan dan fantasi.

Orang tua yang berjuang dengan kekecewaan gender sering merasa sendirian atau terisolasi. Oleh sebab itu, jangan lupa untuk membicarakan perasaanmu dengan pasangan.

“Faktanya, karena wanita sering membungkam diri sendiri dan enggan mencari dukungan untuk perasaannya, kami tidak tahu seberapa sering kekecewaan gender yang sebenarnya terjadi, atau seluruh dampaknya terhadap kesehatan mental," pungkas Dr. Levine.[]