News

Jengkel Pesan WA Tidak Dibalas, Politisi Golkar Minta Anies Cari Anak Buah Berakhlak

Jamaluddin kesal karena aspirasi masyarkat yang diresapnya ketika reses tidak dibaca anak buah Anies Baswedan.


Jengkel Pesan WA Tidak Dibalas, Politisi Golkar Minta Anies Cari Anak Buah Berakhlak
Jamaludin, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Golkar (radarnonstop)

AKURAT.CO, Politisi Partai Golkar DPRD DKI Jakarta Jamaludin merasa jengkel dengan sejumlah pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi DKI Jakarta yang kerap mencueki pesan singkat atau sambungan telepon darinya.

Bukan tanpa sebab, Jamaludin berang. Pasalnya, dia menghubungi SKPD untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang diresapnya ketika masa reses, namun tidak mendapat respons. Kekesalan Jamaludin ditumpahkan ketika rapat paripurna di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (12/4/2021).

Jamaludin bahkan meminta Wakil Ketua DPRD DKI Abdurrahman Suhaimi selaku pimpinan rapat paripurna untuk menyampaikan kritiknya kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dia berpesan agar Anies mencari pimpinan SKPD yang bermartabat dan berakhlak baik.

"Saya meminta kepada pimpinan, bisa kiranya dapat menyampaikan kepada gubernur dan wakilnya agar jangan mementingkan manusia berilmu tinggi saja. Tolong yang berakhlak tinggi juga dijadikan pembantu pimpinan gubernur dan wagub," kata Jamuldian dalam rapat.

Jamaludin tidak menyebut siapa SKPD yang dimaksudnya. Namun dia memastikan bahwa pengalamannya benar adanya. Dia mengaku pernah mengirim pesan berisi aspirasi masyarakat, namun SKPD yang dicolek tidak membalasnya atau membacanya.

"Saya mau menyampaikan keluh kesah terkait reses. Ketika ada kedaruratan, saya terkadang perlu menghubungi kepala dinas, entah itu kepala biro atau apapun itu. Terkadang saya sudah WA (WhatsApp), tapi ada yang dari tanggal 20 Maret 2020 sampai sekarang WA saya belum dibaca," tuturnya. 

Usai rapat Jamaludin langsung bergegas meninggalkan ruang paripurna. Jamaluddin dihubungi wartawan untuk mempertegas SKPD yang dimaksudnya, namun dia tetap merahasiakannya.

"Sementara saya belum bisa sebut. Ini peringatan buat mereka. Kalau setelah ini tidak ada perubahan saya akan jabarkan orang per orang," tukasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu