Ekonomi

Jeng! Bank Indonesia Resmi Naikan Suku Bunga ke 50 Basis Poin!

Keputusan tersebut ditetapkan oleh Rapat Dewan Gubernur BI Edisi Bulan September 2022 pada Kamis (22/9/2022).

Jeng! Bank Indonesia Resmi Naikan Suku Bunga ke 50 Basis Poin!
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (Tangkapan Layar)

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) pada hari ini resmi memutuskan untuk menaikan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25 persen, dimana suku bunga deposit facility juga naik menjadi 3,5 persen dan suku bunga lending facility menjadi 5 persen.

Keputusan tersebut ditetapkan oleh Rapat Dewan Gubernur BI Edisi Bulan September 2022 pada Kamis (22/9/2022). Rapat juga diketahui digelar dua hari demi menentukan suku bunga dan kebijakan moneter bank sentral.

"... memutuskan untuk menaikkan BI 7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 bps menjadi 4,25 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 3,5 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 5 persen" jelas Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers yang dipantau secara virtual.

baca juga:

Perry mengatakan, pihaknya menaikan suku bunga untuk langkah preventif dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memastikan inflasi inti kembali ke sasaran 3% plus minus 1% pada paruh kedua tahun 2023.

Kemudian, lanjutnya, kebijakan ini juga untuk memperkuat  stabilisasi nilai tukar rupiah agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dengan masih tingginya.

"... Agar sejalan dengan ketidakpastian pasar keuangan global di tengah pertumbuhan ekonom domestik yang semakin kuat,” tuturnya.

Sebagaimana untuk diketahui bersama, BI sebelumnya juga menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 3,75 persen pada Agustus 2022 silam. Kenaikan suku bunga tersebut adalah yang pertama sejak November 2018.

Perry mengatakan bahwa konsumsi rumah tangga masih diperkirakan untuk tumbuh tinggi karena adanya kenaikan pendapatan yang diperoleh masyarakat. Selain itu, konsumsi juga terus terdorong berkat pembiayaan kredit dan keyakinan konsumen berkat meningkatnya mobilitas

Pembentukannya modal tetap bruto (PMTB) atau investasi juga masih diperkirakan meningkat, terutama dalam investasi non bangunan. Selain itu, kinerja ekspor juga membaik khususnya crude palm oil (CPO), batubara, serta besi baja.