Ekonomi

Jembatan Gantung Nawacita, Destinasi Wisata Baru Dorong Ekonomi Rakyat di Bantul

Kementerian PUPR meresmikan Jembatan Gantung Nawacita yang berada di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.


Jembatan Gantung Nawacita, Destinasi Wisata Baru Dorong Ekonomi Rakyat di Bantul
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum lama ini meresmikan Jembatan Gantung Nawacita yang berada di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. (Dokumentasi: Istimewa/Kementerian PUPR)

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum lama ini meresmikan Jembatan Gantung Nawacita yang berada di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain meningkatkan konektivitas antar desa, jembatan ini juga menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bumi Projotamansari. Selain di Tegaldowo, Jembatan Gantung Nawacita juga terdapat di Nambangan, Dusun Nangsri, Desa Srihardono, Kabupaten Bantul.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DIY Kementerian PUPR Satrio Sugeng Prayitno mengatakan, jembatan Gantung Nawacita ini dibangun oleh Kementerian PUPR dan diselesaikan pada 2019 dengan anggaran Rp3,8 miliar.

Menurutnya, keberhasilan Dusun Tegaldawa dalam mengembangkan Jembatan Gantung Nawacita sebagai destinasi baru wisata patut dicontoh daerah lain agar ekonomi masyarakat juga turut terdongkrak.

"Keberadaan jembatan gantung Nawacita dengan lebar 1,8 meter dan panjang 60 meter ini banyak menyedot banyak wisatawan. Baik di Jawa Tengah dan DIY, keduanya mempunyai prospek pengembangan wisata dan kini menjadi  contoh untuk pengembangan destinasi wisata," ujar Satrio lewat keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (21/10/2020).

Anggota DPR RI Idham Samawi yang merupakan penggagas pembangunan jembatan gantung tersebut mengatakan, jembatan gantung Nawacita merupakan program dari pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo yang tidak saja dilakukan di Bantul namun di sejumlah daerah di Indonesia. Oleh karenanya, sudah jadi kewajiban masyarakat untuk menjaga agar jembatan tidak cepat rusak.

"Sebagai masyarakat, kita wajib bersyukur atas selesainya pembangunan jembatan gantung Nawacita. Bentuk bersyukur tersebut tak lain dengan menjaga dan memelihara agar jembatan tidak cepat rusak," kata Idham.

Kepala Desa Bantul Supriyadi mengatakan, pengunjung kebanyakan ingin berswafoto di tengah jembatan yang menghubungkan antara Dusun Tegaldowo, Desa Bantul dengan Dusun Kembangputih, Desa Guwosari, Kecamatan Pajangan.

Selain jembatan gantung Nawacita dan Pendopo Budaya, Supriyadi mengungkapkan, jembatan gantung tersebut juga memiliki daya tarik wisata lainnya, yakni patung proklamator RI Soekarno, pendopo Handoko Budaya. Untuk Pendopo Handoko Budaya menelan anggaran Rp195 juta yang bersumber dari Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Kementerian PUPR.

Denny Iswanto

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu