Rahmah

Jemaah Perlu Waspada, Visa Haji Furoda di Luar Wewenang Kemenag

Kementerian Agama tidak mengelola visa haji mujamalah


Jemaah Perlu Waspada, Visa Haji Furoda di Luar Wewenang Kemenag
Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak mengelola visa haji furoda atau haji mujamalah.

Hal ini karena memang Kemenag tidak memiliki kewenangan dalam mengelola visa haji furoda. Kewenangan Kementerian Agama adalah pengelolaan visa haji kuota Indonesia. Di dalamnya terdapat visa kuota haji reguler dan visa kuota haji khusus.

Penegasan ini disampaikan oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Hilman Latief. Menurutnya, Undang-Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah mengatur bahwa visa haji Indonesia terbagi menjadi dua, yaitu: visa haji kuota Indonesia dan visa haji mujamalah undangan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

baca juga:

“Sesuai undang-undang, Kementerian Agama tidak mengelola visa haji mujamalah, hanya visa haji kuota Indonesia,” tegas Hilman Latief di Makkah, Senin (4/7/2022).

“Karena sifatnya adalah undangan raja, pengelolaan visa tersebut di bawah kewenangan langsung Kedutaan Besar Arab Saudi,” sambungnya.

Adapun terkait teknis keberangkatannya, lanjut Hilman, pemegang visa mujamalah harus berangkat ke Arab Saudi melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Ayat (2) pasal 18 UU No 8 Tahun 2019 mengatur bahwa warga negara Indonesia yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi wajib berangkat melalui PIHK.

“Ketentuan ini dimaksudkan agar proses pemberangkatan setiap WNI yang akan menunaikan ibadah haji tercatat. Di samping itu, pihak penyelenggara yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah PIHK,” tutur Hilman.

“Ayat (3) pasal 18 mengatur bahwa PIHK yang memberangkatkan WNI yang mendapatkan undangan visa haji mujamalah dari pemerintah Kerajaan Arab Saudi wajib melapor kepada Menteri,” pungkasnya.

Diketahui, sejumlah calon jemaah haji furoda Indonesia dikabarkan gagal berangkat ke Arab Saudi. Diperkirakan jumlah mereka sebanyak 4000-an jemaah. Faktor kegagalan tersebut karena kehabisan kuota visa internasional.

Sumber: Kemenag