Rahmah

Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi Dipastikan Memakai Gelang Kesehatan

Petugas Haji Kementerian Agama terus mengupayakan agar kesehatan jemaah haji tetap terjaga


Jemaah Haji dengan Risiko Tinggi Dipastikan Memakai Gelang Kesehatan
Sesi Peregangan Jemaah Haji Kloter 8 Embarkasi Batam Sebelum Berangkat ke Arab Saudi, Kamis (23 Juni 2022) (Humas Kemenag)

AKURAT.CO Bagi seluruh calon jemaah haji Indonesia yang masuk dalam kategori memiliki risiki kesehatan tinggi, Petugas Haji Kementerian Agama terus mengupayakan agar kesehatan mereka tetap terjaga, salah satunya dengan memastikan mereka tetap memakai gelang kesehatan (wristband).

Benda berbentuk smartwatch dipastikan tetap menempel di tangan jemaah sebelum diberangkatkan ke Saudi Arabia, termasuk pada pemberangkatan jemaah haji kloter 8 Embarkasi Batam (BTH 8).

"Kita selalu melakukan pengecekan kesehatan untuk calon jemaah haji pada satu hari menjelang pemberangkatan ke Arab Saudi. Dari kloter pertama sampai sekarang. Di situlah dokter memberikan gelang kesehatan bagi calon jemaah haji yang memiliki risiko tinggi," ujar Kabid PHU Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau, Edi Batara di Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (23/6/2022) lalu.

baca juga:

Selanjutnya, Edi, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa BTH 8 telah memberangkatkan 448 jemaah haji. Mereka terbang ke Arab Saudi pukul 13.00 WIB dengan maskapai Saudia Airlines. Dari jumlah tersebut, terdapat 33 lansia yang telah diberikan gelang kesehatan.

"Meski demikian seluruh calon jemaah haji telah diberangkatkan dalam kondisi sehat," terangnya

Tidak hanya gelang kesehatan, petugas juga membekali jemaah dengan sarapan, makan siang, minum, serta makan dalam pesawat.

Sementara, Nelma Syahrial, Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) Kloter 8 Embarkasi Batam, menjelaskan bahwa gelang kesehatan merupakan inovasi dari Kementerian Kesehatan RI yang dapat menghubungkan informasi kondisi kesehatan terkini dari calon jemaah haji ke aplikasi bernama “Telejemaah”.

"Melalui Telejemaah yang terhubung ke gelang kesehatan, petugas kesehatan haji dapat mengukur informasi tekanan darah, saturasi oksigen, detak jantung, dan suhu tubuh calon jemaah haji secara digital. Tentu ini sangat memudahkan dalam pengecekan kesehatan selama di Arab Saudi," kata Nelma.

"Untuk edukasi penggunaan gelang kesehatan sudah kita sampaikan melalui microphone pada saat sesi perenggangan, melalui grup Whatsapp, juga melalui per kelompok, serta beberapa kali edukasi secara personal secara face to face." lanjut Nelma.

"Alhamdulillah calon jemaah sudah memahami. Namun jika masih ada calon jemaah haji risti yang mengalami kesulitan menggunakan gelang kesehatan, tentu langsung kita temui dan edukasi mengenai penggunaan gelang kesehatannya," terangnya.[]

Sumber: Kemenag