Olahraga

Jelang Turnamen Eropa, Protokol Kesehatan bakal Disimulasikan di Cipayung

PBSI bersiap melakukan simulasi protokol kesehatan di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, menjelang tiga turnamen di Eropa.


Jelang Turnamen Eropa, Protokol Kesehatan bakal Disimulasikan di Cipayung
Pasangan ganda putri terbaik Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, saat berlatih di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Selasa (7/5).

AKURAT.CO, Salah satu evaluasi PBSI terhadap penampilan pebulutangkis di tiga turnamen di Bangkok, Thailand, Januari silam adalah kesiapan bertanding di tengah protokol kesehatan. Untuk itu, PBSI berencana menerapkan simulasi protokol kesehatan selama pemain berlatih di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Sub Bidang Pengembangan Sport Science PBSI, Iwan Hermawan, sejalan dengan dimulainya kembali latihan di Cipayung. Saat ini, pebulutangkis bersiap untuk tiga turnamen di Eropa pada Maret nanti, yakni Swiss Terbuka, Jerman Terbuka, dan All England.

“Pertandingan di masa pandemi ini memang special case, karena banyak sekali tekanan. Dari mulai protokol kesehatan yang ketat, pembatasan ruang gerak hanya di hotel dan tempat pertandingan, juga pemeriksaan tes usap berkala yang menjadi kekhawatiran terus-menerus,” kata Iwan sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI, Selasa (9/2).

baca juga:

“Saya sudah rapat dengan semua, hal non-teknis ini harus kita antisipasi dan saya menyarankan kita coba simulasi di lingkungan Pelatnas dengan situasi yang sama seperti dalam pertandingan yang akan kita hadapi. Saya juga akan berkoordinasi dengan pelatih untuk menambah volume latihan demi mempertahankan daya tahan yang baik untuk atlet kita.”

Dari tiga turnamen di Bangkok, Indonesia hanya bisa membawa satu gelar melalui Greysia Polii/Apriyani Rahayu di nomor ganda putri pada turnamen pertama. Setelah itu, capaian terbaik Indonesia adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menjadi runner-up di Final BWF World Tour.

“Saya akui beberapa atlet kondisi fisiknya memang masih kedodoran, jadi secara khusus saya sudah berbicara dengan para pelatih fisik, di minggu ini kami akan melihat dulu apa saja yang kurang lalu minggu depan mencoba memenuhi kebutuhan program agar sesuai standarnya. Termasuk pemenuhan gizi dan suplemen dari tim medis,” kata Iwan.

“Untuk beberapa pemain yang overweight (kelebihan berat badan) juga kami fokuskan kondisi fisiknya agar kembali ideal, karena kalau sudah overweight, kerja ototnya dan kerja untuk menggerakan tubuhnya butuh tenaga ekstra di samping geraknya menjadi lambat. Pada akhirnya ini mempengaruhi daya tahan yang menjadi pondasi dari semua.”

Adapun tiga turnamen di Eropa akan dilangsungkan di St Jakobshalle di Swiss, 2-7 Maret, di Mulheim, Jerman, 9-14 Maret, serta diakhiri dengan turnamen klasik All England di Birmingham, Inggris, 17-21 Maret.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu