News

Jelang Seleksi PPPK Guru Tahap 2, Kemendikbudristek: Siapkan Diri dan Berdoa

Kemendikbudristek mengimbau para guru memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri menjalani Seleksi ASN PPPK Tahap 2.


Jelang Seleksi PPPK Guru Tahap 2, Kemendikbudristek: Siapkan Diri dan Berdoa
Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar Episode 11 yang digelar Kemendikbudristek dengan tema "Guru Belajar dan Berbagi - Sukses Seleksi ASN PPPK” secara virtual, Jakarta, Jumat (15/10/2021). (Dok. Istimewa)

AKURAT.CO Kemendikbudristek mengimbau para guru memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk mempersiapkan diri menjalani Seleksi Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) Tahap 2. 

Seperti diketahui, seleksi ASN PPPK Tahap 2 akan dimulai pada 8-11 November 2021.

Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbudristek Nunuk Suryani juga meminta para peserta seleksi tidak perlu ikut bimbingan belajar (bimbel) berbayar.

“Tidak usah ikut bimbel berbayar. Yang bisa menolong Bapak dan Ibu (guru) adalah diri sendiri dengan mempersiapkan diri dan berdoa. Tidak lama lagi ujian seleksi kedua akan datang pada 8–11 November 2021. Gunakanlah waktu semaksimal mungkin,” ujarnya dalam acara Webinar Silaturahmi Merdeka Belajar Episode 11 yang digelar Kemendikbudristek dengan tema "Guru Belajar dan Berbagi - Sukses Seleksi ASN PPPK” secara virtual, Jakarta, Jumat (15/10/2021). 

Seleksi Tahap 2, jelas Nunuk, terbuka bagi para guru untuk berkompetisi seluruhnya. Sebab, afirmasi untuk sekolah induk hanya diberikan di ujian tahap 1.

"Sedangkan ujian tahap 2 sudah terbuka berkompetisi seluruhnya dan dilihat nilai tertingginya. Baik guru induk atau noninduk, lulusan guru PPG, individu yang memiliki sertifikat guru, dan belum mengajar. Seleksi kedua boleh memilih sekolah lain dan bukan sekolah sendiri tetapi masih dalam satu daerah kewenangan,” terang Nunuk.

Kemudian, mekanisme ujian juga dipastikan masih sama dengan seleksi tahap 1. Sehingga, bagi peserta yang belum maupun sudah lulus melewati NAB tetapi belum mendapat formasi, dipersilakan mendaftar lalu memilih formasi lagi di laman resmi SSCN BKN.

“Jika yang dipilih mata pelajaran dan jenjang yang sama, maka nilai yang sudah diperoleh di ujian 1, yang sudah melebihi ambang batas, itu masih bisa digunakan. Tetapi tetap harus daftar lagi untuk sebagai bukti sebagai peserta ujian kedua dan lalu nanti akan mendapat lokasi dan jadwal ujian,” jelas Nunuk.

Lebih lanjut Nunuk menerangkan, peserta yang belum lulus seleksi tahap 1 diminta jangan berkecil hati. Sebab, yang lulus sebanyak 173 ribu itu baru 35 persen dari formasi yang tersedia.