Olahraga

Jelang Rematch Lawan Usyk, Joshua Sebut Dirinya "Raja Comeback"

Anthony Joshua akan menghadapi Oleksandr Usyk di Arab Saudi, 20 Agustus mendatang, untuk berusaha merebut kembali sabuk juara dunia WBA, WBO, IBF, dan IBO.


Jelang Rematch Lawan Usyk, Joshua Sebut Dirinya
Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua saat merayakan kemenangannya atas Kubrat Pulev (DAILYSTAR)

AKURAT.CO, Petinju kelas berat asal Inggris, Anthony Joshua, mulai mengisyaratkan bahwa ia berambisi mengalahkan Oleksandr Usyk dalam tarung ulang (rematch). Joshua akan menghadapi Usyk di Arab Saudi, 20 Agustus mendatang, untuk berusaha merebut kembali sabuk juara dunia WBA, WBO, IBF, dan IBO.

"Jika Anda tahu kisah saya, Anda tahu bahwa saya adalah rajanya 'comeback'. Anda bisa menjatuhkan saya, tetapi sulit untuk tetap membuat saya di bawah," kata Joshua sebagaimana dikabarkan BBC.

Joshua kehilangan empat sabuknya ketika menghadapi Usyk sebagai penantang mandatoris pada pertarungan pertama di London, September tahun lalu. Ketika itu, Joshua harus kalah dalam pertarungan 12 ronde atas lawan asal Ukraina itu.

baca juga:

Kekalahan tersebut merupakan yang kedua dalam karier profesional Joshua sekaligus pengalaman keduanya kehilangan empat gelar sekaligus. Kekalahan pertama terjadi pada 1 Juni 2019 menghadapi lawan pengganti, Andy Ruiz Jr, di New York, Amerika Serikat.

Joshua kalah mengejutkan dijatuhkan di ronde ketujuh oleh Ruiz yang ketika itu datang sebagai underdog. Namun, Joshua bangkit dengan menang angka pada tarung ulang di Arab Saudi pada Desember tahun yang sama.

"Pada laga September, saya salah dan dia (Usyk) benar. Saya juga harus menerima kekalahan tersebut sebagai laki-laki, saya harus bertanggungjawab," kata Joshua.

"Jelas rasa lapar (akan kemenangan) tetap di sana. Kesalahan terjadi, hal-hal terjadi dalam hidup, tetapi keluwesan, ketangguhan mental dan konsistensi akan selalu menang."

Sedianya, pertarungan kedua antara Usyk dan Joshua di lakukan pada caturwulan pertama tahun ini. Namun, invasi Rusia ke Ukraina membuat Usyk menunda pertarungan dan memilih angkat senjata di tanah airnya.

"Kami tidak dalam kondisi terbaik di tempat kami (Ukraina) ketika itu," kata Usyk. "Saya tidak pernah melakukan pidato yang sangat keras dan jelas, semua yang saya lakukan adalah bekerja keras di kamp latihan, gym saya, itu yang akan saya lakukan sampai jadwal pertarungan."

Laga kedua Usyk versus Joshua juga memiliki prospek yang lebih besar. Pasalnya, pemenang laga ini berpeluang menghadapi pemilik sabuk terakhir (WBC), Tyson Fury, untuk menjadi juara lima gelar.[]