News

Jelang Ramadan, Penceramah Agama Diimbau Agar Sampaikan Materi yang Menyejukkan

Fadel berharap, agar kasus penceramah agama di BUMN Pelni menjadi pelajaran.


Jelang Ramadan, Penceramah Agama Diimbau Agar Sampaikan Materi yang Menyejukkan
Wakil Ketua MPR RI Fadel Muhammad saat memberikan secara simbolik paket Yimelu kepada warga Gorontalo di Jabodetabek dan Banten di Masjid Darussalam, Patra Kuningan, Jakarta, Jumat (9/4/2021). (MPR RI)

AKURAT.CO, Wakil Ketua MPR RI, Fadel Muhammad mengimbau para penceramah agama agar menyampaikan materi yang menyejukkan dan membuat tenang umat di bulan Ramadan, tidak mendorong umat menjadi berlebihan dan mengarah pada radikalisme. 

Hal itu disampaikan usai memberikan secara simbolik paket Yimelu kepada warga Gorontalo di Jabodetabek dan Banten di Masjid Darussalam, Patra Kuningan, Jakarta, Jumat (9/4/2021). 

“Sebagai Wakil Ketua MPR saya mengimbau kepada para penceramah agama terutama pada ceramah di bulan suci Ramadhan untuk menyampaikan materi yang menyejukkan dan bisa menenangkan umat,” ujarnya. 

Fadel berharap, agar kasus penceramah agama di BUMN Pelni menjadi pelajaran. Kasus tersebut bahkan menjadi perhatian MPR. Dalam kesempatan itu, pimpinan MPR sempat menyinggung kasus kajian agama di Pelni dalam rapat pimpinan. 

Seperti diketahui ada petinggi BUMN Pelni yang dicopot dan dimutasi terkait rencana ceramah kajian Ramadhan yang diisi beberapa tokoh agama. Pelni akhirnya meniadakan kegiatan ceramah agama yang diadakan secara online itu di bulan Ramadhan. 

Fadel juga menyebutkan adanya laporan dari pihak kepolisian kepada MPR bahwa dari survei yang dilakukan ada kecenderungan peningkatan radikalisme. 

“Ada peningkatan radikalisme di beberapa tempat. Tentu ini cukup mengerikan. Karena itu kita perlu mengambil langkah-langkah pengamanan (pencegahan radikalisme itu), baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa,” tuturnya. 

Selain itu Fadel juga meminta kepada para penceramah dan tokoh-tokoh agama untuk bisa mengambil peran aktif dengan membuat suasana sejuk dan menenangkan masyarakat. Menurutnya, saat ini ada kekhawatiran di masyarakat. 

“Sehingga tidak ada kesan adanya sesuatu yang akhirnya bisa merusak agama kita, merusak Islam, dan kembali menimbulkan korban. Mereka bukan khawatir terhadap penyebaran Covid-19 melainkan justru khawatir terhadap orang-orang yang radikal,” pungkasnya.[]

Melly Kartika Adelia

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu