Olahraga

Jelang Perparnas, Menpora Janji Bakal Setarakan dengan PON

Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021 akan segera berlangsung.


Jelang Perparnas, Menpora Janji Bakal Setarakan dengan PON
Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali. (KEMENPORA)

AKURAT.CO, Setelah Pekan Olahraga Nasional (PON), Papua akan menggelar Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) 2021. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali berjanji tidak akan membeda-bedakan kedua ajang itu.

Menpora mengatakan baik PON maupun Peparnas diperlakukan sama, tidak ada perbedaan dari dukungan fasilitas dan segala hal yang terkait dua penyelenggaraan multi even terbesar nasional ini. 

"Itulah tekad kami untuk melaksanakan Peparnas ini, karena tidak ada bedanya antara PON dan Peparnas, semua kita fasilitasi sama," kata Menpora, sebagaimana diberitakan situs resmi Kemenpora.

baca juga:

"Yang membedakan hanya dari jumlah cabor yang dipertandingkan, Peparnas hanya 12 sementara PON 37, dan orangnya hanya sekitar 3.500-an yang tercatat, sementara PON 10 sampai 12.000. Kemudian pembedanya Peparnas hanya di Kota dan Kabupaten Jayapura, sementara yang PON ada tambahan di Merauke dan Mimika," lanjutnya.

Sebagaimana diketahui bahwa PON Papua dinilai sukses, oleh karenanya target suksesnya juga sama. Di Peparnas diharapkan meraih pula Catur Sukses, bahkan diharapkan sukses pelaksanaan Prokes Covid-19 pada PON juga harus bisa ditukarkan ke Peparnas.

"Saya sudah sampaikan kepada PB Peparnas, dari penyelenggaraan PON kita ada catatan apa yang menjadi kekurangannya di Peparnas ini tidak boleh begitu lagi," ucapnya sebagai bagian evaluasi.

"Untuk target suksesnya sama, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi, sukses administrasi, bahkan sukses penerapan untuk disiplin Covid-19," imbuhnya.

Ada yang menjadi perhatian lebih karena pesertanya para atlet-atlet disabilitas maka diperlukan pelayanan-pelayanan khusus.

"Saya kemarin cek contohnya untuk transportasi ada modifikasi-modifikasi alat-alat transportasi sudah dilakukan. Kemudian semua atlet ditempatkan di hotel karena disitu ada fasilitas yang lebih baik," jelasnya lagi.

Adapun untuk apresiasi dan pembinaan, baik Menpora maupun Staf Khusus Presiden RI Angkie Yudistia menyampaikan bahwa perhatian pemerintah sama dan setara kepada paralimpian.

Bahkan saat di Paralimpiade Tokyo menorehkan prestasi luar biasa dengan mampu menempati peringkat 43 dunia, Presiden RI, Joko Widodo langsung memerintahkan kepada Menpora untuk membangun Traning Camp yang sama sebagaimana yang di bangun di Cibubur untuk para atlet Olimpiade.[]