News

Jelang Pemilu, Kasus Baru Covid-19 di Malaysia Malah Meningkat 

Untuk pertama kalinya dalam lima hari, kasus baru Covid-19 di Malaysia berada di atas angka 6 ribu.


Jelang Pemilu, Kasus Baru Covid-19 di Malaysia Malah Meningkat 
Foto menunjukkan wisatawan mengunjungi Jembatan Langit saat dibuka kembali untuk wisatawan domestik di tengah pandemi penyakit virus corona di Langkawi, Malaysia, 16 September 2021 (Reuters)

AKURAT.CO Untuk pertama kalinya dalam lima hari, kasus baru Covid-19 di Malaysia berada di atas angka 6 ribu. Kenaikan ini terjadi pada Rabu (17/11) di tengah situasi Malaysia yang terus didorong oleh tingkat infektivitas yang naik.

Menurut data dari kementerian kesehatan, angka reproduksi dasar virus, yang dikenal sebagai R-naught/R0, telah melewati ambang batas 1. Hal ini mendorong kasus baru naik hingga 11 persen dari minggu sebelumnya.

Terakhir kali Malaysia mendapati nilai R-naught di atas 1 adalah pada 31 Agustus lalu, lapor The Star.

baca juga:

BBC mengungkap bahwa jika angka R0 lebih tinggi dari 1, maka jumlah kasus akan terus bertambah seperti bola salju yang bergulir. Namun, jika angkanya lebih rendah, penyakit lama kelamaan akan berhenti menyebar, karena tidak cukup banyak orang baru yang terinfeksi untuk mempertahankan wabah.

Secara umum, semakin besar nilai R0, semakin sulit untuk mengendalikan epidemi.

Seperti diwartakan Bloomberg, tren naiknya kasus telah memicu kekhawatiran wabah lain di tengah pemilihan umum yang akan digelar di negara bagian Malaka dan Sarawak. 

Pemilihan Malaka 2021 rencananya akan berlangsung pada Sabtu (20/11) mendatang, dan untuk Sarawak, pemilu akan digelar sebelum tanggal 2 Januari 2022.

Tahun lalu, lonjakan kasus terjadi setelah pemilihan serupa di negara bagian Sabah. Situasi ini berhasil memicu kemarahan publik terhadap mantan perdana menteri Muhyiddin Yassin, membantu mempercepat jatuhnya pemerintahannya pada Agustus.

"Situasi ini tetap menjadi perhatian karena peningkatan kasus. Nilai tingkat infektivitas dari minggu sebelumnya telah mencerminkan potensi penularan Covid-19 di masyarakat.

"Namun, sebagian besar indikator utama termasuk rata-rata kasus aktif, kematian, dan kasus yang memerlukan perawatan di Unit Perawatan Intensif menunjukkan tren menurun," ucap Direktur Jenderal Kesehatan Noor Hisham Abdullah dalam sebuah pernyataan Selasa (16/11) malam, sambil mengimbau warga untuk mengikuti protokol kesehatan. 

Sementara itu, Malaysia telah memutuskan untuk membuka kembali surga wisata pulau Langkawi untuk pelancong asing mulai Senin (15/11) di bawah proyek percontohan. Negara ini juga berencana untuk membuka jalur perjalanan dengan Singapura akhir bulan November dan memulai koridor perjalanan dengan Indonesia awal tahun depan.

Baca Juga: Siap-siap, Perbatasan Malaysia Bakal Dibuka untuk Pelancong Asing Paling Lambat 1 Januari

Pada hari Selasa, 76 persen dari total populasi negara itu telah divaksinasi penuh dan 78,5 persen telah menerima setidaknya satu dosis.[]