News

Jelang Pembacaan Vonis, Massa Pendukung HRS Bentrok dengan Polisi di Depan PN Jaktim

Massa pendukung Habib Riziek Syihab (HRS) bentrok dengan polisi yang berjaga mengawal sidang vonis kasus kabar bohong tes usap di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur pagi ini, Kamis (24/6/2021).


Jelang Pembacaan Vonis, Massa Pendukung HRS Bentrok dengan Polisi di Depan PN Jaktim
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menyapa massa yang memadati markas Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020) (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Massa pendukung Habib Rizieq Shihab (HRS) terlibat bentrok dengan polisi yang berjaga di sidang vonis kasus kabar hoaks tes usap di depan Pengadilan Negeri Jakarta Timur pagi ini, Kamis (24/6/2021).

Ketegangan bermula saat petugas dan massa pendukung berhadapan dengan polisi di Fly Over Penggilingan. Massa dicegat untuk mendekat ke PN Jakarta Timur. Karena terhalang, emosi mereka tak terkendali. Massa pun langsung melempari polisi dengan batu. 

Polisi yang bersiaga tak tinggal diam. Massa yang terus memberondong batu dibalas dengan tembakan water canon. Upaya memukul mundur massa pendukung HRS perlahan menunjukan keberhasilan. 

Tumpukan massa berhasil dipecah. Tembakan water canon sukses membuat kalang kabut massa pendukung HRS.

Tetapi, mereka belum benar-benar bubar. Situasi memang masih memanas. 

Untuk diketahui, hari ini, eks pimpinan FPI itu menjalani sidang pembacaan vonis di PN Jaktim. Ini merupakan vonis untuk ketiga kalinya pada kasus yang berbeda. Pada kasus kerumunan Petamburan, HRS divonis penjara 8 bulan. Sementara pada kasus Megamendung, HRS di vonis denda Rp20 juta. 

Nah, pada kasus kabar bohong hasil test usap di RS UMMI, Bogor, HRS dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum dengan ancaman penjara selama 6 tahun. 

Beberapa waktu lalu, kuasa hukum HRS, Azis Yanuar menyatakan tuntutan JPU itu berlebihan. Sebab, dianggap menampik fakta dalam persidangan. Terutama saat saksi-sakai menjelaskan semua pertanyaan majelis hakim maupun JPU.[]