Olahraga

Jelang Olimpiade, Eng Hian Fokus Hindarkan Greysia/Apriyani dari Cedera

Eng Hian tidak menargetkan Greysia Polii/Apriyani Rahayu prestasi di dua turnamen menjelang Olimpiade Tokyo, Malaysia dan Singapura Terbuka.


Jelang Olimpiade, Eng Hian Fokus Hindarkan Greysia/Apriyani dari Cedera
Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, ketika berada di Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta, Rabu (7/4).

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putri Pelatnas PBSI, Eng Hian, berharap puncak penampilan duet terbaiknya, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, akan tercapai di Olimpiade Tokyo 2020. Untuk itu, Eng Hian berusaha menjaga kondisi fisik Greysia/Apriyani yang disiapkan untuk turun di dua turnamen sebelum ke Tokyo.

Eng Hian mencatat usia Greys (sapaan Greysia) yang terhitung sudah tidak lagi muda. Mantan pebulutangkis ganda putra nasional tersebut tidak menargetkan prestasi di dua turnamen menjelang olimpiade demi menjaga kebugaran pasangan ranking enam dunia tersebut.

Adapun dua turnamen yang akan diikuti Greysia adalah Malaysia Terbuka pada 25-30 Maret dan Singapura Terbuka pada 1-6 Juni mendatang. Sejalan dengan itu, Eng Hian juga akan melihat kekuatan calon lawan di dua turnamen tersebut.

baca juga:

“Saya hanya mengevaluasi performance Greys/Apri (sapaan Apriyani) pada turnamen ini nanti dan calon-calon lawan di olimpiade dan hanya menjaga dari cedera, itu saja. (Jarak) dari Singapura ke olimpiade cuma sebulan,” kata Eng Hian.

Target ini berbeda dengan yang ditetapkan Eng Hian untuk Greysia/Apriyani di tiga turnamen elite di Bangkok, Thailand, awal tahun ini. Ketika itu, Greysia/Apriyani berhasil membawa pulang satu gelar di Yonex Thailand Terbuka.

“Di awal tahun memang (saya mengejar prestasi), karena hasil ini sudah ada. (Tapi sekarang) memang di awal saya hanya menginginkan performance-nya, memang saya lebih menjaga cedera, hasil nanti dulu, saya tidak mengejar hasil di Asia ini nanti, hanya ikut di Singapura dan Malaysia,” ucap Greysia.

Salah satu yang harus dipersiapkan Eng Hian adalah program penyesuaian terutama untuk Greysia. Menurut pelatih berusia 43 tahun yang akrab disapa Koh Didi itu, semua tim pendukung di Pelatnas PBSI turut terlibat menyusun program untuk Greysia.

“Dari komitmen Greys dan penataan program yang dibantu tim pendukung PBSI, dari nutrisi, dokter, pelatih fisik, sport science, adalah bagaimana meminimalkan efek usia. Untuk pengaturan program kita atur lagi agar peak performance Greys/Apri bisa sampai di olimpiade,” ucap Eng Hian.

Eng Hian juga bersiap untuk menjadikan turnamen di Malaysia dan Singapura sebagai ajang untuk mencari tahu kekuatan calon lawan yang bakal dihadapi Greysia/Apriyani di Olimpiade Tokyo yang bakal digelar pada Juli-Agustus mendatang.

“Tentunya peta kekuatan ini masih belum berubah banyak masih Jepang, Tiongkok, juga Korea. Kita tidak mengecilkan negara lain tapi tiga negara ini yang nantinya jadi perhatian khusus oleh saya,” kata Eng Hian.[]

Hervin Saputra

https://akurat.co

0 Comments

Leave a comment

Sorry, you mush first