Rahmah

Jelang Muktamar NU, Gus Miftah: Hati-hati, Biasanya Ada Kelompok yang Mendadak Ngaku NU

Gus Miftah memaparkan setidaknya ada lima jenis orang yang ngaku Nahdlatul Ulama (NU).


Jelang Muktamar NU, Gus Miftah: Hati-hati, Biasanya Ada Kelompok yang Mendadak Ngaku NU
Gus Miftah (Radar Cirebon)

AKURAT.CO Pendakwah sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Sleman Yogyakarta Gus Miftah menghadiri acara Webinar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Universitas Islam Malang (UNISMA), Sabtu (16/10/2021).

Dalam kesempatan ini, Gus Miftah memaparkan lima jenis orang yang ngaku Nahdlatul Ulama (NU).

Pertama, kelompok orang yang sebenarnya tidak tahu menahu tentang apa dan bagaimana yang dimaksud dengan NU. Namun mereka sangat mencintai NU. Ketika ditanya perihal siapa dirinya, dengan tegas mengatakan kalau dirinya merupakan warga NU.

"Apalagi ajarannya, misalnya tentang wasathiyyah pasti mereka tidak paham. Tetapi kalau ditanya maka dengan bangga mereka akan mengatakan bahwa saya NU," tutur Gus Miftah.

Kedua, kelompok orang yang mengetahui tentang apa dan bagaimana NU. Mereka mengaku bahwa dirinya termasuk warga NU. Tetapi mereka tidak peduli NU ke depan akan seperti apa. 

"Dia ngerti NU itu apa, pergerakannya seperti apa, dia mungkin juga tahu tawassut itu apa, tasammuh itu apa, tawazzun itu seperti apa. Tetapi dia tidak tahu ke depan NU akan seperti apa. Misalnya semakin maju, mundur atau keadaan lainnya," ujar Gus Miftah.

Ketiga, kelompok orang yang hanya sekedar memanfaatkan NU demi mengejar popularitas dan ambisi pribadinya dalam urusan jabatan.

"Makanya anda coba lihat begitu mau pilkada, pilgub, pilpres dan hajatan-hajatan politik lainnya. NU ini seksi. Semua orang mengaku NU demi jabatan yang dia kehendaki," ucap Gus Miftah.

Kondisi NU yang seperti ini, menurut Gus Miftah sangat riskan karena berpotensi akan dimanfaatkan oleh kelompok yang lain. 

"Politisi, politikus dan calon-calon penguasa biasanya sangat identik dengan kelompok ketiga ini. Selogannya biasanya mereka mengatakan yuk kita hidupi NU, padahal mereka hanya memanfaatkan dan cari hidup di NU," tegas Gus Miftah.

Keempat, kelompok orang yang sesungguhnya sangat membenci NU, tetapi karena ingin mencari aman, sehingga mereka mengaku-ngaku sebagai NU.

"Hari ini begitu NU mau punya hajatan pemilihan ketua umum, mereka mulai berbicara terutama di medsos. Sebenarnya mereka tidak suka dengan NU," jelas Gus Miftah.

Kelima, kelompok orang yang dengan pengetahuan ke-NU-annya memang benar-benar ikhlas memperjuangkan, menjaga dan berkhidmat kepada NU. Meskipun mereka tidak mendapatkan apapun dari NU. Menurut Gus Miftah kelompok inilah yang akan diakui sebagai santri dan didoakan sampai kepada zuriyahnya oleh Hadratusyaikh KH Hasyim Asy'ari.

"Ini menurut saya kelompok yang paling ideal. Jadi benar-benar mengerti NU, benar-benar gigih, berjuang dan berkhidmat untuk NU. Namun mereka tidak mendapatkan apa-apa dari NU," pungkas Gus Miftah. []