Rahmah

Jelang Muktamar, Aktivis Muda NU Sebut KH Said Aqil Siradj Masih Layak Kembali Pimpin PBNU

Alpaqih menyebut tidak ada masalah dengan nama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj untuk mempertahankan jabatan.


Jelang Muktamar, Aktivis Muda NU Sebut KH Said Aqil Siradj Masih Layak Kembali Pimpin PBNU
KH Said Aqil Siradj (Suara)

AKURAT.CO  Menjelang Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang akan digelar di Lampung, 23-25 Desember 2021, Aktivis Muda Nahdlatul Ulama, Alpaqih Andopa, menganggap saat ini ada sebagian orang yang sengaja menggoreng isu-isu yang terjadi di kalangan Nahdliyyin. Sehingga perlu disikapi dengan bijak oleh semua warga Nahdlatul Ulama agar tidak menjadi gejolak tersendiri di kalangan internal organisasi NU. 

"Ada isu yang terus-menerus digoreng khusus oleh orang-orang yang tidak suka dengan NU yang bertujuan untuk menjatuhkan NU itu sendiri. Padahal antara calon-calon Ketum PBNU saja tidak ada ribut-ributnya, itu adem-adem saja kok" ujar Alpaqih saat dihubungi Akurat.co, Sabtu (23/10/2021).

Terkait masalah figur yang tepat memimpin PBNU, secara pribadi, Alpaqih menyebut tidak ada masalah dengan nama Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj yang menjadi calon untuk mempertahankan jabatan. Menurutnya, majunya kembali Kiai Said tidak menyalahi aturan organisasi Nahdlatul Ulama yang berlaku.

"Ketika beliau masih siap untuk maju dan mengatakan siap untuk berkhidmat untuk memajukan Nahdlatul Ulama itu hal-hal yang  boleh dan sangat wajar," tuturnya.

Alpaqih menambahkan bahwa tidak ada batasan periode untuk menjabat sebagai ketua umum PBNU. Hal tersebut tertuang dalam anggaran dasar (AD) dan anggaran rumah tangga (ART) Nahdlatul Ulama.

"Secara administrasi organisasi, menurut saya tidak ada masalah karena memang AD dan ART PBNU tidak mengatur hal itu. Bahkan bukan hanya terjadi di PBNU, namun di cabang-cabang dan pengurus wilayah yang menjalani kepemimpinan selama tiga periode," jelasnya.

Alpaqih juga menilai, Kiai Said masih sangat mungkin kembali memimpin PBNU. Karena menurutnya, selama dua periode kepengurusan, Kiai Said sudah banyak memberi terobosan-terobosan luar biasa yang menjadi dasar keberhasilannya selama memimpin PBNU.

"Atas keberhasilan beliau Kiai Said dalam memimpin PBNU, ini menjadi perhitungan tersendiri dari pengurus cabang dan pengurus wilayah NU untuk tetap mempertahankan beliau," ungkapnya.

Meskipun begitu, Alpaqih mengungkapkan bahwa sebagai warga Nahdliyyin, semuanya harus taat kepada siapa saja yang nantinya akan memimpin PBNU. Karena menurutnya hal tersebut merupakan takdir yang sudah ditetapkan Allah SWT. []