Olahraga

Jelang Laga Perdana, Mental Jordan/Melati Terus Diperkuat

Kadang-kadang atlet yang mencapai peak performance, belum tentu secara mental berada di kondisi terbaik.


Jelang Laga Perdana, Mental Jordan/Melati Terus Diperkuat
Tim bulutangkis Indonesia saat menjalani persiapan di Tokyo (PBSI)

AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti terus mengejar persiapan akhir dalam dua hari jelang berlangsungnya cabang olahraga bulu tangkis di ajang Olimpiade Tokyo 2020.

Pelatih ganda campuran, Nova Widianto menjelaskan bahwa saat ini anak asuhnya tersebut hanya tinggal menguatkan faktor mental. Di laga perdana, Jordan/Melati akan menghadapi wakil Australia, Simon Wing Hang Leung/Gronya Somerville pada Sabtu (24/7).

“Kondisi Jordan/Melati sejauh ini sudah sangat bagus. Di dua hari terakhir ini tinggal menyiapkan dan menguatkan mental saja. Yang terpenting sekarang mentalnya harus siap,” kata Nova dari keterangan yang diterima Akurat.co.

“Selama ini kalau saya lihat di Olimpiade, kadang-kadang atlet yang mencapai peak performance, belum tentu secara mental.”

Melihat flashback ke belakang, Nova menjelaskan alasan kenapa Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir baru bisa meraih medali emas pada Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Menurut Nova mantan ganda campuran terbaik dunia itu secara permainan sudah sangat bagus saat tampil di Olimpiade London 2012. Namun, Nova melihat pada saat itu Owi/Butet secara mental belum siap.

Nova juga mengatakan bahwa masa persiapan di Tokyo sangatlah berbeda dengan saat pemusatan latihan di Kumamoto karena terbatasnya waktu yang diberikan panitia. Pun begitu, hal tersebut tidak ingin ia jadikan alasan karena tim dari negara lain juga mengalami hal yang serupa.

“Beruntungnya sejak hari pertama latihan di main hall, kami tim Indonesia sudah berkesempatan menjajal tiga lapangan pertandingan. Ini bagus untuk adaptasi,” papar Nova.

Berada di grup C, selain menghadapi Simon/Gronya, Jordan/Melati juga akan bersaing dengan wakil tuan rumah, Yuta Watanabe/Arisa Higashino dan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje.[]