News

Jelang Hari Anak Nasional, JARAK: Masih Banyak Anak Putus Sekolah


Jelang Hari Anak Nasional, JARAK: Masih Banyak Anak Putus Sekolah
Ketua JARAK Achmad Marzuki (AKURAT.CO/Herry Supriyatna)

AKURAT.CO, Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional pada Senin (23/7) mendatang, Jaringan Penanggulangan Pekerja Anak (JARAK) mengadakan Kampanye Publik dan Pentas Seni Teater Pekerja Anak, Musik, dan Puisi di RPTRA, Tanah Abang, Sabtu (14/7).

Ketua JARAK Achmad Marzuki mengatakan, acara ini bertemakan Anak Indonesia Anak Genius (Gesit Empati Berani Unggul Sehat). 

"Tema kali ini mengusung tentang generasi aman dan sehat (Generation Safe and Healthy). Momentum nasional dan internasional menjadi pengingat bersama bahwa pekerja anak menjadi tantangan hari ini dan bagian penting dalam membangun generasi genius di masa depan," katanya di lokasi.

Dalam menyambut Hari Anak Nasional, ia menjelaskan, anak-anak Indonesia tidak bisa terhindar dari pekerjaan yang membahayakan kesehatan, keselamatan kerja, dan gangguan atas tumbuh kembangnya. Karena menurutnya, situasi pendidikan yang belum menjamin semua anak terakseskan pada pendidikan usia 12 tahun.

"Diperkirakan 68 juta buruh anak di seluruh dunia dan 2,3 buruh anak di Indonesia memiliki risiko terhambat tumbuh kembang dan memerlukan perlindungan khusus dari kekerasan dan eksploitasi," ungkapnya.

Marzuki juga mengungkapkan, masih banyak anak yang putus sekolah, hanya lulus SD dan SMP saja. Ia menuturkan bahwa mereka yang hanya memiliki ijazah SD dan SMP kebanyakan bekerja di sektor pertanian, jasa, manufaktur, dan lain sebagainya.

"Dengan hanya lulus SD dan lulus SMP apakah mereka menjadi SDM yang kompetitif dan siap memasuki lapangan pekerjaan layak (Decent work) di era kompetisi global saat ini? Tentu situasi ini akan menambah semakin lemahnya kompetensi tenaga kerja untuk berkompetisi dengan negara lainnya," lanjutnya.

Dalam acara kali ini turut dihadiri juga oleh Ketua JARAK Achmad Marzuki tentunya, kemudian perwakilan dari Kemaker Anggun, dan Staf Menteri Ketenagakerjaan Suharyono. Adapun perwakilan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak tidak bisa hadir dalam acara kali ini.

Sementara itu dalam acara kali ini, dimeriahkan oleh pentas seni seperti Marawisan, Teater, dan musik.[]