Olahraga

Jeka Saragih: Saya sudah Biasa tak Dibantu Pemerintah

Jeka Saragih: Saya sudah Biasa tak Dibantu Pemerintah
Petarung asal Indonesia, Jeka Saragih meraih kemenangan atas Ki Won Bin (Korea Selatan) dalam partai semifinal Road to UFC di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Minggu (23/10) (Chris Unger/Zulfa LLC)

AKURAT.CO, Menyusul sukses Jeka Saragih ke final Road to UFC, petarung seni beladiri campuran Indonesia tersebut bicara soal perang pemerintah. Jeka mengatakan bahwa ia belum pernah didukung oleh Pemerintah Indonesia.

Jeka Asparido Saragih atau Jeka Saragih, putra daerah Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, selangkah lagi akan mendapatkan kontrak eksklusif dari Ultimate Fighting Championship (UFC).

Hal ini dipastikan setelah petarung One Pride Indonesia itu melaju ke final Road to UFC usai meng-KO petarung Korea Selatan, Ki Won Bin, Minggu (23/10/22) di Abu Dhabi.

baca juga:

Jeka Saragih menghabisi Ki Won Bin kurang dari tiga menit di ronde pertama setelah melepaskan pukulan keras yang bersarang ke rahang lawan.

Di partai final nanti, Jeka Saragih akan berhadapan dengan Anshul Jubli, petarung asal India yang berlatih di camp Soma Fight Club, Bali.

Tentu saja ini menjadi pencapaian membanggakan bagi petarung berjulukan ‘Si Tendangan Maut’, karena dia jadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju sejauh ini.

Tampil di acara podcast Deddy Corbuzier, Jeka Saragih, ditemani pelatih One Pride, Max Metino, menceritakan pahit manit perjalanan kariernya sebagai petarung MMA.

Satu fakta mengejutkan terungkap bahwa Jeka Saragih meniti kariernya hingga nyaris debut di ajang UFC tanpa bantuan ataupun sokongan finansial dari pemerintah.

“Nggak ada, serius nggak ada,” ungkap Jeka saat ditanya soal sokongan dari pemerintah Medan oleh Deddy Corbuzier.

“Saya bingung ada juga uang (untuk biaya bertarung di kompetisi profesional), saya buka camp di Siantar, yang latihan di sana saya gratiskan semua, yang pengen jadi atlet saya gratisin,” ungkap Jeka Saragih.

Jeka Saragih Andalkan Sokongan Donatur

Jeka mengaku dirinya selama ini hanya mengandakan donatur yakni tokoh-tokoh di Simalungun untuk mengumpulkan dana sebelum dia bertarung.

“Kalau saya nggak uang, saya telpon (donatur), nggak ada susu, ongkos, baju, saya telepon, saya nggak ada sponsor, saya minta bantuan (donatur),” terang Jeka Saragih.

Jeka Saragih pun merasa heran karena pemerintah di daerahnya selama ini masih menutup mata soal potensi-potensi putra-putri di daerahnya. Padahal, mereka termasuk Jeka sendiri sudah mengharumkan nama Simalungun di kompetisi nasional dan internasional.

“Udah berapa kali saya berangkatkan atlet kixkboxing Simalungun, nggak ada (dukungan pemerintah). Kan udah biasa (gak ada sokongan dari pemerintah),” lanjut Jeka.

“Kemarin Kadispora Simalungun nggak undang kita, kita sudah mengharumkan nama Simalungun. Tapi ya nggak apa-apa, yang penting apa yang sudah kita lakukan untuk negara,” tandasnya.

Meski belum mendaptkan perhatian dari pemerintah di daerahnya, sosok Jeka Saragih sendiri berhasil mencuri perhatian Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ya, Ridwan Kamil berniat untuk menemui petarung asal Sumatera Utara itu di Gedung Sate, Bandung. Rencananya, pertemuan itu akan dilakukan pada Senin, 31 Oktober 2022.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ingin menemui Jeka Saragih dan mengucapkan selamat kepada jagoan One Pride MMA yang berprestasi di ring UFC itu.

Sebelumnya, pemegang sabuk interim One Pride kelas ringan itu juga sudah mendapatkan undangan dari Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.

Dan di final Road to UFC, Jeka Saragih harus bertarung dengan wakil India Anshul Jubli. Partai tersebut dijadwalkan digelar pada Februari 2023 di Korea Selatan.[]

Lihat Sumber Artikel di Indosport Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Indosport.com Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Indosport.com