Tech

Jeff Bezos Pergi ke Luar Angkasa, Ternyata Bahaya ini Mengancamnya

Bezos melakukan perjalanan singkat ke luar angkasa


Jeff Bezos Pergi ke Luar Angkasa, Ternyata Bahaya ini Mengancamnya
Bezos telah mengerjakan desain untuk pendarat selama tiga tahun terakhir (THEVERGE.COM)

AKURAT.CO, Jeff Bezos, manusia terkaya di dunia, mempertaruhkan semuanya untuk perjalanan 11 menit ke luar angkasa. Padahal, keputusannya tersebut berisiko.

Bezos, saudaranya Mark Bezos, dan pemenang lelang online melakukan perjalanan singkat ke luar angkasa. Perjalanan ruang angkasa, secara historis, penuh dengan bahaya. 

Perusahaan antariksa Bezos, Blue Origin, telah menghabiskan sebagian besar dekade terakhir untuk menguji roket New Shepard yang akan dia kendarai. Roket itu telah melalui serangkaian penerbangan uji yang sukses. 

Bezos melakukan penerbangan awak pertama New Shepard, roket suborbital yang sepenuhnya otonom. Pergi ke luar angkasa adalah impian seumur hidup Bezos.

Kapsul New Shepard Blue Origin, yang sepenuhnya otonom dan tidak memerlukan pilot, tidak pernah mengalami kecelakaan ledakan dalam 15 penerbangan uji. Sifat penerbangan Bezos membuatnya memiliki beberapa risiko yang lebih rendah daripada upaya perjalanan ruang angkasa yang lebih ambisius. Tapi itu tidak berarti risikonya juga nol.

Melansir CNN, karena penerbangan suborbital tidak memerlukan banyak kecepatan atau proses intens untuk mencoba memasuki kembali atmosfer Bumi dengan kecepatan luar biasa, mereka dianggap jauh lebih berisiko daripada penerbangan orbital. 

Suhu eksternal pesawat ruang angkasa dapat mencapai hingga 3.500 derajat Fahrenheit. Sementara atmosfer yang semakin menebal menekan kapsul.

Kecepatan tinggi dan ketinggian datang dengan risiko yang besar, dan bahkan kesalahan kecil dapat memiliki konsekuensi besar. Atmosfer bumi umumnya tidak dianggap dapat bertahan untuk waktu yang lama di atas ketinggian 50.000 kaki tanpa pakaian antariksa, dan Bezos akan melakukan perjalanan hingga 350.000 kaki. 

Kapsul yang dia tumpangi tidak memerlukan setelan khusus untuk membuatnya tetap aman, dan dia akan memiliki akses ke masker oksigen jika kabin kehilangan tekanan. 

Pesawat ruang angkasa ini juga dilengkapi dengan sistem pelontar yang dirancang untuk membuang kapsul New Shepard dan penumpang menjauh dari roket jika terjadi keadaan darurat. Ada juga fitur keamanan cadangan untuk membantu kapsul mendarat dengan lembut bahkan jika beberapa parasutnya gagal digunakan.

Namun tetap saja, tidak ada cara untuk menjamin keamanan secara mutlak jika New Shepard tidak berfungsi. Meskipun penerbangan suborbital kurang berisiko daripada misi orbital, mereka masih bisa mematikan.

Salah satu pesawat ruang angkasa suborbital Virgin Galactic, misalnya, pecah pada tahun 2014 ketika salah satu kopilot kendaraan secara prematur menggunakan sistem bulu yang dirancang untuk menjaga pesawat tetap stabil saat turun. Hambatan tambahan pada pesawat merobeknya hingga berkeping-keping, menewaskan salah satu pilot.

Pesaing Blue Origin, Virgin Galactic, sejak itu memiliki empat penerbangan uji yang sukses, termasuk yang meluncurkan Branson ke luar angkasa, dari versi pesawat luar angkasa SpaceShipTwo yang diperbarui. Blue Origin sendiri belum mengalami kecelakaan tragis serupa selama fase pengujiannya.