News

Jeff Bezos Berhasil Terbang ke Tepi Antariksa, Era Baru Wisata Luar Angkasa Semakin Dekat

Menurut perkiraan bank Swiss UBS, industri wisata luar angkasa akan bernilai USD 3 miliar (Rp43 triliun) per tahun dalam 1 dekade mendatang.


Jeff Bezos Berhasil Terbang ke Tepi Antariksa, Era Baru Wisata Luar Angkasa Semakin Dekat
Jeff Bezos dan Wally Funk keluar dari kapsul setelah penerbangan autopilot pertama ke luar angkasa pada Selasa (20/7) dengan pesawat New Shepard yang dikembangkan Blue Origin. (Foto: REUTERS) ()

AKURAT.CO, Jeff Bezos mengudara sekitar 107 km di atas gurun Texas, Amerika Serikat (AS), dengan pesawat peluncur New Shepard milik perusahaannya, Blue Origin, pada Selasa (20/7) dan kembali dengan selamat ke Bumi. Penerbangan suborbital bersejarah ini akan membantu mengantar era baru wisata luar angkasa.

"Hari terbaik yang pernah terjadi," komentar Bezos setelah kapsulnya turun dengan 3 parasut besar dan mendarat, dilansir dari Reuters.

Ditemani oleh 3 awak, termasuk penjelajah luar angkasa tertua dan termuda di dunia, orang terkaya di dunia ini melakukan perjalanan ke tepi luar angkasa yang berlangsung selama 10 menit dan 10 detik. Setelah mendarat, Bezos dan rekan-rekannya saling berpelukan dan minum sampanye, diiringi sorakan puluhan anggota keluarga dan staf perusahaannya.

Jeff Bezos Berhasil Terbang ke Tepi Antariksa, Era Baru Wisata Luar Angkasa Semakin Dekat - Foto 1
REUTERS

"Astronaut Bezos duduk di kursi, bahagia, bahagia, bahagia," ungkapnya kepada kontrol misi selama pemeriksaan keamanan setelah penumpang kembali mengikat sabuk pengaman usai beberapa menit melayang tanpa bobot di luar angkasa.

Pesawat luar angkasa setinggi 18,3 meter ini sepenuhnya autopilot dengan desain seperti bulu di bagian sampingnya. Mesin BE-3 pun dinyalakan untuk lepas landas vertikal dari fasilitas peluncuran Blue Origin yang berada sekitar 32 km di kota pedesaan Van Horn.

Jeff Bezos Berhasil Terbang ke Tepi Antariksa, Era Baru Wisata Luar Angkasa Semakin Dekat - Foto 2
REUTERS

Bezos menaikinya bersama saudaranya, Mark Bezos, dan 2 orang lainnya, yaitu pelopor penerbang wanita Wally Funk dan Oliver Daemen yang baru saja lulus SMA. Sontak perempuan 82 tahun dan remaja 18 tahun tersebut menjadi orang tertua dan termuda yang mencapai luar angkasa.

"Saya ingin berterima kasih kepada seluruh staf Amazon dan pelanggan Amazon karena kalianlah yang membayar semua ini," ucap pendiri Amazon.com tersebut.

Jeff Bezos Berhasil Terbang ke Tepi Antariksa, Era Baru Wisata Luar Angkasa Semakin Dekat - Foto 3
REUTERS

Sembilan hari sebelumnya, konglomerat Inggris Richard Branson menaiki penerbangan suborbital pertama Virgin Galactic dari New Mexico. Kedua penerbangan ini pun memberikan kredibilitas dan menyuntikkan antusiasme ke dalam industri wisata komersial luar angkasa yang masih baru. Menurut perkiraan bank Swiss UBS, industri ini akan bernilai USD 3 miliar (Rp43 triliun) per tahun dalam 1 dekade mendatang.

Bezos mendirikan Blue Origin pada tahun 2000. Baginya, penerbangan luar angkasa berawak pertama ini merupakan langkah menuju pengembangan armada pesawat antariksa yang dapat digunakan kembali.

"Kami akan membangun jalan ke luar angkasa, sehingga anak-anak kami dan anak-anak mereka dapat membangun masa depan. Kita perlu melakukannya untuk memecahkan masalah di Bumi," imbuhnya.

Jeff Bezos Berhasil Terbang ke Tepi Antariksa, Era Baru Wisata Luar Angkasa Semakin Dekat - Foto 4
REUTERS

Blue Origin merencanakan 2 lagi penerbangan penumpang New Shepard tahun ini. Menurut Bezos, Blue Origin belum menentukan tarif penerbangannya, tetapi mendekati USD 100 juta (Rp1,4 triliun) dalam penjualan pribadinya.

"Permintaannya sangat sangat tinggi. Hal-hal besar dimulai dari yang kecil," pungkasnya.

Menurut pengakuan Bezos, perusahaannya bekerja 'dengan ganas' agar dapat menggunakan kembali pesawat New Shepard setidaknya 100 kali. Pesawat yang digunakan pada Selasa (20/7) itu telah 2 kali diterbangkan ke luar angkasa sebelumnya dan berhasil mendarat tepat di landasan terdekat. []