Tech

Pemasok Daging Terbesar di Dunia Kena Serangan Siber

Perusahaan percaya serangan ransomware berasal dari kelompok kriminal yang kemungkinan berbasis di Rusia


Pemasok Daging Terbesar di Dunia Kena Serangan Siber
Pemasok Daging Terbesar di Dunia Kena Serangan Siber (dok. BBC)

AKURAT.CO, Perusahaan pengolahan daging terbesar di dunia telah menjadi sasaran serangan siber yang canggih. Jaringan komputer di JBS diretas, menutup sememtara beberapa operasi di Australia, Kanada, dan AS, dengan ribuan pekerja terpengaruh.

Perusahaan percaya serangan ransomware berasal dari kelompok kriminal yang kemungkinan berbasis di Rusia. Serangan itu bisa mengakibatkan kelangkaan daging atau menaikkan harga bagi konsumen.

Dalam serangan ransomware, peretas masuk ke jaringan komputer dan mengancam akan menyebabkan gangguan atau menghapus file kecuali uang tebusan dibayarkan. Gedung Putih mengatakan FBI sedang menyelidiki serangan itu.

"JBS memberi tahu [Gedung Putih] bahwa permintaan tebusan datang dari organisasi kriminal yang kemungkinan berbasis di Rusia," kata juru bicara Gedung Putih Karine Jean-Pierre, Selasa.

"Gedung Putih terlibat langsung dengan pemerintah Rusia dalam masalah ini dan menyampaikan pesan bahwa negara-negara yang bertanggung jawab tidak menampung penjahat ransomware," tambahnya.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov mengatakan kepada media lokal bahwa pemerintahan Biden telah melakukan kontak dengan Moskow untuk membahas serangan siber tersebut.