News

JBMI Usul Syekh Ibrahim Sitompul dan Megawati Jadi Pahlawan

Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai simbol perlawanan terhadap rezim otoritarian Orde Baru.


JBMI Usul Syekh Ibrahim Sitompul dan Megawati Jadi Pahlawan
Ketua Umum DPP Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Brigjend TNI H. Albiner Sitompul (AKURAT.CO/Sunardi Panjaitan)

AKURAT.CO, Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) akan mengusulkan dua tokoh sekaligus sebagai pahlawan ke Kementerian Sosial.

Keduanya adalah Pejuang Kemerdekaan dan ulama asal Tapanuli Utara, Tuan Syekh Ibrahim Sitompul sebagai pahlawan nasional serta mengusulkan Presiden RI ke-5, Megawati Soekarnoputri sebagai Pahlawan Demokrasi Indonesia.

Kedua tokoh ini dinilai sama-sama memiliki sejarah perjuangan yang hampir sama. Tuan Syekh Ibrahim Sitompul, selain ikut berjuang melawan penjajahan Belanda, beliau juga gigih membangun perabadan demokrasi yang didasari oleh Dalihan Na Tolu.

Sementara, pengusulan Megawati Soekarnoputri sebagai pahlawan demokrasi didasarkan atas pertimbangan bahwa sosok Megawati Soekarnoputri dinilai sebagai simbol perlawanan terhadap rezim otoritarian Orde Baru.

Ketua Umum DPP JBMI Albiner Sitompul menerangkan, pengusulan kedua tokoh tersebut merupakan bagian dari program JBMI tahun 2020.

"Perjuangan Tuan Syekh Ibrahim Sitompul melawan intimidasi dan membangun peradaban demokrasi di masa pemerintahan Hindia Belanda mirip dengan perjuangan Ibu Megawati Soekarnoputri melawan pendongkelan di masa pemerintahan Orde Baru," ujar Albiner dalam FGD bertema "Menuju Peradaban Demokrasi Indonesia", di Kantor DPP JBMI, Senin (19/10/2020).

Albiner menjelaskan, Megawati Soekarnoputri bahkan harus berjuang dengan keras agar bisa pendongkelan yang dilakukan oleh rezim orde baru.

"Bahkan pada tanggal 27 Juli 1996, saat kelompok Soerjadi yang didukung oleh rezim orde baru mengambilalih kantor DPP PDIP yang berbuntut kerusuhan massal, Megawati Soekarnoputri harus menyelamatkan diri ke Rumah Marsda TNI Teddy Rusdi di Pondok Indah. Teddy Rusdi merupakan mantan atasan suami Megawati Soekarnoputri yang pertama, Lettu (Penerbang) Surindro Supjarso," terang Albiner.

Albiner menambahkan, saat menjadi Presiden RI ke-5, Megawati berhasil melakukan konsidasi demokrasi di Indonesia.