Rahmah

Jawaban Cerdas Pertanyaan Keraguan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Hanya Dilakukan 1 Malam

Jawaban Cerdas Pertanyaan Keraguan Isra Mi'raj Nabi Muhammad Hanya Dilakukan 1 Malam
Isra Mi'raj (freepik.com)

AKURAT.CO Isra Mi'raj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.

Peristiwa hebat ini tercatat dalam salah satu ayat Al-Qur'an, Allah SWT berfirman:

سُبۡحٰنَ الَّذِىۡۤ اَسۡرٰى بِعَبۡدِهٖ لَيۡلًا مِّنَ الۡمَسۡجِدِ الۡحَـرَامِ اِلَى الۡمَسۡجِدِ الۡاَقۡصَا الَّذِىۡ بٰرَكۡنَا حَوۡلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنۡ اٰيٰتِنَا‌ ؕ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيۡعُ الۡبَصِيۡرُ

baca juga:

Subhaanal laziii asraa bi'abdihii lailam minal Masjidil Haraami ilal Masjidil Aqsal-lazii baaraknaa haw lahuu linuriyahuu min aayaatinaa;innahuu Huwas Samii'ul-Basiir

Artinya: "Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Para ulama tafsir menyebut, kejadian isra mi'raj merupakan sesuatu yang memang berada di luar nalar, karena nabi melakukan perjalanan dari Makkah ke Palestin hanya dalam jangka waktu satu malam. Padahal dahulu dengan unta saja biasa ditempuh selama 2 bulan.

Para ulama seperti At-Thabari dan Al-Zamakhsyari mengatakan, demikian itu merupakan sesuatu yang sangat mungkin. Sebab itu kehendak Allah. Dalam ayat di atas digunakan kalimat 'asraa bih' Allah mengisra'kan, yang berarti nabi Muhammad pasif, dan Allah yang aktif. Allah yang memperjuangkan nabi, bukan nabi sendiri yang melakukan.

Tidak ada yang mustahil di sisi Allah. Semua bisa saja terjadi, hingga sesuatu yang mustahil di mata manusia. Misal, Nabi Adam saja dan Ibu Hawa, tidak memiliki Ibu dan Bapak. Tetapi keduanya bisa lahir di surga dan kemudian pindah ke dunia. Itu tidak lain karena kehendak Allah. Jika Allah sudah berkehendak, maka semuanya bisa terjadi.

Pun demikian, keraguan orang yang mempertanyakan perjalanan isra mi'raj Nabi Muhammad dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hanya dalam waktu semalam adalah sesuatu yang riil adanya, sebab itu merupakan kehendak Allah, Allah yang menginginkan. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu