News

Jawab Tudingan MAKI, Pinangki Sudah Tak Terima Gaji Sejak September 2020

Terkait pernyataan MAKI yang menyebut Pinangki diduga masih menerima gaji, hal itu tidak benar. Pinangki sudah tidak menerima gaji sejak September 2020.


Jawab Tudingan MAKI, Pinangki Sudah Tak Terima Gaji Sejak September 2020
Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Kejaksaan Agung (Kejagung) akhirnya buka suara soal status mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung, Pinangki Sirna Malasari. Pinangki disebut masih berstatus PNS dan mendapat gaji dari negara.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer menyatakan, bagian kepegawaian tengah memproses pemberhentian tidak dengan hormat atas Pinangki.

“Dengan putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap, maka saat ini proses pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) terhadap Pinangki Sirna Malasari, dalam tahap proses dan dalam waktu dekat akan dikeluarkan keputusan pemberhentian tidak dengan hormat sebagai PNS kepada yang bersangkutan,” kata Leo di Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis (5/8/2021).

Terkait pernyataan MAKI yang menyebut Pinangki diduga masih menerima gaji, lanjut Leonard, hal itu tidak benar. Dia menyatakan, Pinangki sudah tidak menerima gaji sejak September 2020.

“Kami sampaikan bahwa gaji Pinangki Sirna Malasari sudah tidak diterima (diberhentikan) sejak September 2020, sedangkan tunjangan kinerja dan uang makan juga sudah tidak diterima lagi oleh yang bersangkutan (diberhentikan) sejak Agustus 2020,” tegas Leonard.

Berdasarkan Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor 164 Tahun 2020 tanggal 12 Agustus 2020, Pinangki Sirna Malasari telah diberhentikan sementara sebagai PNS. Secara otomatis yang bersangkutan tidak lagi sebagai Jaksa.

“Kami berharap tidak lagi menjadi polemik di tengah masyarakat,” ucap Leonard.

Diberitakan sebelumnya, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi (MAKI), Boyamin Saiman, menkritik keras soal status Pinangki yang masih berstatus ASN padahal sudah dieksekusi ke Lapas. Harusnya Pinangki diberhentikan secara tidak hormat.

"Sampai sekarang (Pinangki) juga belum dicopot dari PNS-nya. Mestinya dia karena melakukan tindak pidana korupsi harusnya segera diproses untuk diberhentikan dengan secara tidak hormat," ujar Boyamin dalam acara Mata Najwa, Rabu 4 Agustus 2021.