News

Jawab Temuan Ombudsman, KPK: Proses TWK Pegawai Tak Langgar Kode Etik

Setelah memeriksa dokumen dan rekaman yang memuat 42 bukti, Dewas menyatakan bahwa dalam proses dan pelaksanaan TWK tak ada unsur kode etik yang dilanggar.


Jawab Temuan Ombudsman, KPK: Proses TWK Pegawai Tak Langgar Kode Etik
Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri (Antara Foto)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan tak ditemukan pelanggaran etik yang dilakukan pimpinan anti rasuah dalam proses pengalihan pegawai KPK menjadi ASN. Dewan Pengawas (Dewas) KPK telah meminta keterangan kepada sejumlah pihak, hasilnya aduan tersebut tak cukup bukti. 

"Dewas secara musyawarah dan mufakat berkesimpulan bahwa tujuh poin pengaduan dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku dimaksud tidak memiliki kecukupan bukti sehingga tidak memenuhi syarat dilanjutkan ke sidang etik," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (27/7/2021).

Ali menjelaskan, dalam pemeriksaan aduan pegawai KPK tak lolos TWK itu Dewas memeriksa pihak-pihak yang diyakini mengetahui informasi dan keterangan fakta yang diperlukan untuk mengumpulkan bukti terkait atas pengaduan tersebut. 

Para terperiksa yang terdiri dari lima orang Pimpinan KPK sebagai pihak terlapor, tiga orang dari pihak pelapor, tiga orang dari pihak internal KPK, dan lima orang dari pihak eksternal, telah menyampaikan informasi yang mereka ketahui secara lengkap kepada Dewas.

Dewas juga memeriksa dokumen dan rekaman yang memuat 42 bukti. Dari hasil pemeriksaan tersebut, Dewas menyatakan bahwa dalam proses dan pelaksanaan TWK tidak ada unsur kode etik yang dilanggar.

Ali mengatakan, Dewas terbuka terhadap semua pihak yang mengetahui atau memiliki informasi adanya dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku yang dilakukan insan KPK untuk menyampaikan pengaduannya. Dewas juga berkomitmen untuk melakukan pengawasan terhadap insan KPK secara profesional dan transparan.

"Tentu dalam rangka memastikan agar pelaksanaan tugas pemberantasan korupsi di lembaga ini taat asas dan peraturan serta mengedepankan nilai-nilai etik dan pedoman perilaku insan KPK," tutur Ali.

Sebelumnya, Dewas KPK menyampaikan bahwa Dewas tak menemukan cukup bukti untuk melanjutkan ke sidang etik terkait dugaan pelanggaran etik lima orang Pimpinan KPK yang dilaporkan para pegawai.

"Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan maka Dewan Pengawas secara musyawarah dan mufakat berkesimpulan seluruh dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku yang dilakukan oleh Pimpinan KPK sebagaimana yang disampaikan dalam Surat Pengaduan kepada Dewan Pengawas, tidak cukup bukti. Sehingga, tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan ke sidang etik," kata Ketua Dewas KPK Tumpak Hatorangan Panggabean dalam konferensi pers di Gedung KPK Jakarta pada Jumat, 23 Juli 2021 lalu.