News

Jawab Anies Soal Formula Upah, Menaker Ungkap Pertimbangan Ini

Anies sebelumnya berkirim surat ke Menaker meminta restu untuk merevisi UMP DKI yang dibuat berdasarkan formula PP 36/2021


Jawab Anies Soal Formula Upah, Menaker  Ungkap Pertimbangan Ini
Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah (Dokumentasi BNPB)

AKURAT.CO  Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menjawab permintaan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mengubah formula penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2021. Ida Fauziyah mengatakan, ketentuan dalam PP bertujuan baik yakni mengatasi kesenjangan upah antar daerah. 

"Kebijakan pengupahan yang diatur dalam PP nomor 36 tahun 2021 bertujuan untuk mengatasi kesenjangan upah antar wilayah," katanya dikutip dari akun twiter @KemnakerRI yang diunggah hari ini, Sabtu (4/12/2021). 

Dia mengungkapkan, penentuan formula pengupahan bagi pekerja pada tahun 2021 sebagaimana diatur dalam PP 36 tahun 2021 bertujuan untuk mendorong perluasan kesempatan kerja di seluruh daerah. Sehingga perlu diatur agar peluang kerja dan kesempatan kerja terbuka merata di seluruh daerah tidak hanya di pusat-pusat kota. 

baca juga:

"Yakni dengan mengedepankan pengupahan yang berbasis daya saing guna meningkatkan gairah penciptaan lapangan kerja dan perluasan kesempatan kerja," ujarnya. 

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta mengatakan, dirinya telah menyurati Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah untuk mengubah formula penetapan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP). Anies keberatan dengan penentuan formula upah yang disamaratakan di seluruh Indonesia. Padahal, kata dia, formula upah di Jakarta harusnya berbeda dengan daerah lain. 

Hal ini disampaikannya saat menemui massa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) yang menggelar aksi di Balai Kota menuntut UMP 2022 dibatalkan dan angkanya dinaikkan.

"Minggu lalu kami mengirimkan surat kepada Menteri Tenaga Kerja. Kami melihat PP 36 yang formulanya diberikan untuk seluruh Indonesia. Bila diterapkan di Jakarta, maka buruh hanya akan mengalami kenaikan Rp 38 ribu. Kami melihat angka ini angka yang sangat kecil dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," kata Anies di Balai Kota DKI, Senin (29/11/2021).[]