News

Jawa Barat Siapkan Skenario Penyuntikan Agar Vaksinasi Efektif dan Efisien

Saat ini Pemprov Jabar intens membuat skenario penyuntikan vaksin COVID-19 agar optimal


Jawa Barat Siapkan Skenario Penyuntikan Agar Vaksinasi Efektif dan Efisien
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat membuka Konferensi Musik Indonesia Festival & Eksebisi (KAMI) di kawasan Sorean, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (23/11/2019). Konferensi Musik Indonesia Festival & Eksebisi tersebut ditujukan untuk para pegiat musik yang berisi tentang beberapa diskusi dan hiburan dari sejumlah musisi, seperti D'Cinnamons, Tuan Tiga Belas, Serdadu Bambu, Orkes Hamba Allah, dan banyak lagi. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil atau Kang Emil mengatakan, saat ini Pemprov Jabar intens membuat skenario penyuntikan vaksin COVID-19 dengan tujuan agar vaksinasi COVID-19 di Jabar berjalan optimal dan waktu penyuntikan dapat dipercepat.

"Minggu ini kami sedang membuat skenario supaya vaksinasi COVID-19 sukses, dan waktu vaksinasi dapat dipercepat. Jika vaksinasi COVID-19 berjalan lama, ekonomi Jabar sulit untuk bangkit," kata Kang Emil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (22/1/2021).

Untuk membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity, Jabar harus menyuntik vaksin COVID-19 kepada 70 persen penduduk atau 36 juta warga dengan begitu, kata Kang Emil, Jabar memerlukan sekitar 72 juta dosis vaksin COVID-19.

"Karena 70 persen ini cukup untuk melindungi yang 30 persen, maka dari total 50 juta jiwa penduduk Jabar, sekitar 36 juta orang harus divaksin," ujarnya.

"Kami butuh sekitar 72 juta dosis. Urutannya nakes dulu, baru profesi lain yang rawan, termasuk wartawan menurut saya rawan. Kemudian masyarakat umum di rentang umur 18-59 tahun," katanya.

Kang Emil mengatakan, untuk mempercepat vaksinasi COVID-19, Jabar membutuhkan tambahan vaksinator. Saat ini, Pemda Provinsi Jabar menyiapkan 11.000 vaksinator secara bertahap.

Jika jumlah vaksinator hanya 11.000, vaksinasi COVID-19 di Jabar akan berlangsung selama 15 bulan. Sementara itu, Kang Emil menargetkan vaksinasi COVID-19 di Jabar tuntas dalam waktu enam sampai delapan bulan.

"Menurut saya (15 bulan) kelamaan. Jadi sekarang kita lagi menghitung bagaimana caranya agar tidak 15 bulan, tapi bisa enam sampai delapan bulan," katanya.

"Penyuntik di Jabar sekarang berjumlah 11 ribuan, tidak akan cukup karena butuh 30 ribuan penyuntik untuk selesai di enam sampai delapan bulan vaksinasi, berarti saya harus rekrut vaksinator tambahan," katanya.

Sumber: ANTARA