Lifestyle

Jauhi Trauma, Ini 4 Tips Saat Anak Lihat Ayah dan Bunda Bertengkar

Pertengkaran orang tua bisa berdampak buruk untuk kesehatan mental dan fisik anak. Berikut tips agar pertengkaran tersebut tidak menninggalkan trauma


Jauhi Trauma, Ini 4 Tips Saat Anak Lihat Ayah dan Bunda Bertengkar
Ilustrasi - anak menyaksikan orang tua bertengkar (ceoworld.biz)

AKURAT.CO  Konflik antara pasangan tidak dapat dihindari tetapi itu tidak harus menyakiti Si Kecil. Anak perlu merasa dicintai, aman dan nyaman untuk mengekspresikan diri mereka sepenuhnya.

Jika anak melihat orang tua terus-menerus bertengkar, itu akan menimbulkan kepanikan dalam diri anak. Mereka menjadi trauma, ada merasa ketakutan dan tidak berdaya. Perasaan rentan dan tidak aman ini dapat membentuk kepribadian anak dan bertahan seumur hidup.

Penelitian menunjukkan, anak yang kerap menyaksikan orang tuanya bertengkar rentan menjadi pemarah, punya harga diri yang rendah, dan bermasalah dalam hubungan. Tak hanya itu saja, fisik anak mungkin akan mengalami masalah. Mereka bisa menderita sakit kepala atau perut, bahkan mungkin mengalami insomnia. Pertengkaran antara orang tua juga dapat menimbulkan masalah perilaku pada anak-anak.

"Anak-anak sangat memperhatikan emosi orang tua mereka untuk mendapatkan informasi tentang seberapa aman mereka dalam keluarga, " kata E. Mark Cummings, psikolog di Universitas Notre Dame, dikutip AKURAT.CO pada Rabu (13/10/2021). 

"Ketika orang tua bersifat merusak, kerusakan tambahan pada anak-anak dapat berlangsung seumur hidup," imbuhnya. 

Oleh sebab itu, sebagai orang tua, Moms dan Das wajib melakukan treatment khusus kepada anak, agar tidak ada trauma. 

Berikut AKURAT.CO uraikan satu per satu :

Tenang

Atur emosi sendiri sebelum mencoba mengatur emosi anak.