Lifestyle

Jauhi Body Shaming! Ini Tips Agar Anak Punya Citra Tubuh yang Positif Sejak Dini

Anak-anak sudah mulai memperhatikan penampilan sejak usia lima tahun Oleh sebab itu, orang tua penting mengajarkan citra tubuh yang positif kepada anak


Jauhi Body Shaming! Ini Tips Agar Anak Punya Citra Tubuh yang Positif Sejak Dini
Ilustrasi anak yang memiliki citra yang positif tentang tubuhya

AKURAT.CO Di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat seperti saat ini, citra tubuh bukan lagi masalah orang dewasa saja. Sebuah studi menunjukkan bahwa anak-anak pun mulai menunjukkan kekhawatiran tentang tubuh. Ya, anak zaman sekarang telah menyadari tentang pentingnya penampilan sejak usia lima tahun. Kondisi ini tentunya memiliki efek buruk untuk perkembangannya. Inilah yang menyebabkan orang tua perlu menanamkan citra tubuh yang positif atau yang lebih sering disebut body positivity kepada anak. 

Melansir dari Yayasan Pulih, citra tubuh yang positif atau body positivity adalah dimana seorang individu menanamkan mindset atau pola pikir positif bahwa setiap orang termasuk dirinya layak memiliki pandangan yang positif terhadap tubuhnya sendiri, terlepas dari bagaimana society dan pandangan budaya atau tren terhadap tubuh yang ‘ideal’. 

Apa jadinya bila anak memiliki citra tubuh yang negatif?

Citra tubuh yang negatif dapat menurunkan rasa percaya diri anak. Bahkan bila dibiarkan bisa menyebabkan masalah mental hingga dewasa. Oleh sebab itu, sebagai orang tua, kamu perlu membuat mereka memiliki citra tubuh yang positif sejak dini demi meningkatkan kepercayaan diri dan perkembangan mereka. Memulai percakapan tentang kepositifan tubuh dapat membuat anak merasa percaya diri dengan tubuh dan kulit mereka. Ini pun secara otomatis akan meningkatkan kesehatan mental mereka.

Jika kamu penasaran apa saja yang bisa kamu lakukan, simak penjelasan AKURAT.CO berikut ini : 

Ajarkan mereka untuk makan makanan sehat

Kenaikan berat badan adalah masalah semua orang dari berbagai kelompok umur. Ya, semua orang tentu ingin terlihat langsing dan bugar, yang seringkali membuat mereka mengikuti diet yang sangat ketat. Pendekatan ini tidak benar untuk siapa pun, termasuk anak-anak, dalam jangka panjang. Daripada diet ketat, ajari anak-anak kamu tentang pentingnya makan sehat dan dorong mereka untuk mencoba berbagai jenis makanan yang berbeda. Memiliki pola makan yang sehat dan seimbang jauh lebih baik daripada melakukan diet ketat.

Perbaiki hal yang salah

Anak-anak belajar tentang isu-isu terkait citra tubuh dari televisi dan media sosial. Melalui cara ini, mereka menyerap banyak informasi yang tidak sepenuhnya benar. Penting untuk mengoreksi kesalahan informasi terkait makanan, olahraga, dan penampilan. Jika kamu melihat anak-anakmu memiliki persepsi yang salah tentang hal-hal ini, atau dia mengomentari fisik orang lain (body shaming), cobalah menjelaskan kepada dia mengapa itu salah.  Lalu, berilah informasi yang tepat.