News

Jauh Lebih Kurus dan Energik, Penampilan Baru Kim Jong-un di Parade Militer Curi Perhatian

Dengan tinggi 173 cm, Kim Jong-un sebelumnya punya berat badan 140 kg dan mungkin kini telah berkurang 10-20 kg.


Jauh Lebih Kurus dan Energik, Penampilan Baru Kim Jong-un di Parade Militer Curi Perhatian
Kim Jong-un tampil lebih kurus dan lebih energik selama parade militer Korea Utara pada Kamis (9/9) dini hari. (KCNA)

AKURAT.CO, Korea Utara mengadakan parade pada Kamis (9/9) yang menampilkan anjing militer dan petugas virus berbaju hazmat oranye. Namun, yang menjadi sorotan utama adalah Pemimpin Kim Jong-un yang terlihat lebih kurus dan energik dibandingkan sebelumnya.

Dilansir dari CBS News, pada acara Rabu (8/9) malam, Kim dalam balutan setelan krem dan dasi putih mengkilap tampil saat jam mendentangkan tengah malam. Ia berseri-seri disambut tepuk tangan meriah di Alun-alun Kim Il Sung.

Sambil tersenyum lebar, orang nomor satu di Korea Utara ini melambaikan tangannya ke kerumunan dan mencium anak-anak yang memberinya bunga. Ia lantas naik ke 'singgasana'-nya di balkon untuk menyaksikan pawai.

Kim juga tampak tertawa terbahak-bahak dan memberi tepuk tangan kepada para penampil sepanjang acara, sambil mengobrol dengan para pejabat tinggi.

Penampilannya ini banyak berubah dibandingkan pada tahun 2018. Dalam cuplikan tayangan TV pada saat itu, Kim terlihat terengah-engah saat menemani Presiden Korea Selatan Moon Jae-in berjalan-jalan sebentar di Gunung Paektu, Korea Utara, selama periode keterlibatan diplomatik. Padahal, Moon yang 3 dekade lebih tua dari Kim sama sekali tak terlihat kesulitan dalam jalan-jalan tersebut.

"Wajahnya jelas lebih tirus dan ia bergerak jauh lebih bersemangat," komentar Park Won-gon, seorang profesor kajian Korea Utara di Universitas Wanita Ewha, Seoul.

Penurunan berat badan Kim terungkap saat ia tampil pertama kalinya pada bulan Juli dalam rapat partai berkuasa. Menurut para pengamat Korea Utara, pria setinggi 173 cm itu sebelumnya punya berat badan 140 kg dan mungkin kini telah berkurang 10-20 kg.

Jauh Lebih Kurus dan Energik, Penampilan Baru Kim Jong-un di Parade Militer Curi Perhatian - Foto 1
KCNA

Sebagian besar ahli berpendapat penurunan berat badan Kim ini mungkin hasil dari upayanya untuk memperbaiki bentuk tubuhnya, alih-alih sebagai pertanda ada masalah kesehatan. Selain itu, mungkin juga ada tujuan politik.

Pria 37 tahun itu menghadapi momen terberatnya mendekati 1 dekade pemerintahannya. Pasalnya, saat Korea Utara bergulat dengan sanksi ekonomi yang dipimpin Amerika Serikat (AS) akibat senjata nuklirnya, penutupan perbatasan pandemi makin menekan ekonominya yang telah tertatih-tatih. Kelangkaan pangan pun diperburuk oleh banjir di musim panas baru-baru ini.

Jadi, menurut analisis Park, penting bagi Kim untuk membangun citra sebagai pemimpin muda dan kuat yang dapat menavigasi negara keluar dari masalah. Upaya pencitraan ini selaras dengan parade terbarunya yang memamerkan unit pertahanan sipil yang terlibat dalam upaya membangun kembali ekonomi dan masyarakat yang hancur akibat banjir serta menekankan pesan persatuan bangsa.

Sementara itu, menurut Yang Moo-jin, seorang profesor di Universitas Kajian Korea Utara, Seoul, Kim kemungkinan mencoba menunjukkan citra 'negarawan normal' yang berinteraksi dengan publik melalui penurunan berat badannya dan tingkah ceria di parade.

"Ia juga seorang suami dan ayah 3 anak yang umurnya menjelang 40an tahun. Jadi, tidak aneh jika ia peduli dengan kesehatannya," ujar Yang.

Kesehatan Kim pun menuai sorotan tajam dari negara asing karena ia belum mengumumkan seorang penerus yang akan mengambil kendali Korea Utara. Ia juga terkenal peminum dan perokok berat. Keluarganya pun punya riwayat masalah jantung. Ayah dan kakeknya, yang memerintah Korea Utara sebelum dia, keduanya meninggal akibat masalah jantung.

"Mengingat sistem politik Korea Utara, di mana pemimpin tertinggi memutuskan segalanya, kesehatan Kim menjadi masalah keamanan yang sangat penting. Mungkin ada kekhawatiran internal atas kelebihan berat badannya. Jadi, penting bagi Kim untuk mengurangi kekhawatiran itu dan menampilkan dirinya sebagai pemimpin muda dan sehat yang mampu melakukan banyak hal," terang Park.

Selain itu, menurut Dr Cheong Seong-Chang, direktur Pusat Studi Korea Utara di Institut Sejong Korea Selatan, pawai tersebut mungkin dimanfaatkan Kim untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Korea Utara aman dari virus corona, seperti yang mereka katakan berulang kali. []