Olahraga

Jatuhkan Castano, Charlo Cetak Sejarah Rebut Empat Gelar

Jermell Charlo menjadi petinju ketujuh yang meraih empat gelar di kelas manapun sejak era empat sabuk dimulai pada 1988.


Jatuhkan Castano, Charlo Cetak Sejarah Rebut Empat Gelar
Petinju asal Amerika Serikat, Jermell Charlo, meraih empat sabuk juara dunia kelas menengah-ringan setelah menang atas Brian Castano di California, Amerika Serikat, Sabtu (14/5). (TWITTER/Showtime)

AKURAT.CO, Jermell Charlo menahbiskan diri sebagai petinju pertama yang merengkuh empat gelar juara dunia sekaligus di kelas menengah-ringan. Prestasi ini dicapai oleh Charlo selepas keberhasilannya merebut gelar juara dunia WBO dengan menjatuhkan Brian Castano di Carson, California, Amerika Serikat, Sabtu (14/5).

Pertarungan menghadapi Castano adalah tarung ulang setelah laga imbang pada 17 Juli tahun lalu di Texas. Charlo naik ring membawa gelar WBA (Super), WBC, dan IBF sementara Castano mengusung gelar WBO.

Awal laga merupakan momennya Castano untuk melakukan serangan terhadap Charlo. Dan Charlo akhirnya mendapatkan peluang dengan sebuah pukulan hook kanan ke rusuk kiri yang membuat Castano jatuh ke kanvas.

baca juga:

“Saya mengeluarkan ‘bawaan’ saya sekitar ronde ketujuh,” kata Charlo sebagaimana dipetik dari The Guardian.

“Saya mulai menahan diri sedikit lebih banyak alih-alih melepaskan pukulan dan mulai bergerak. Saya melihat dia sedikit lelah, dan saya menghancurkannya. Saya hanya melihat pukulan saya menjadi lebih efektif. Saya menjadi lebih kuat di ronde-ronde akhir, jika mereka tidak tahu itu.”

Castano sendiri mengaku keunggulan Charlo. Pun demikian, petinju asal Argentina berusia 32 tahun tersebut menyebut pertarungannya dengan Charlo adalah laga seimbang jual-beli pukulan.

“Kami menunjukkan bahwa kami adalah para ksatria,” ucap Castano.

“Kami berdua bertarung silih-berganti. Tenaga silih-berganti, dan kemudian tangan kanannya datang dan menghentikan pertarungan. Dia adalah seorang juara. Dia memukul saya. Dia mendapatkan saya. Tetapi saya baik saja.”

Kemenangan ini sekaligus menjadikan Charlo sebagai petinju ketujuh yang meraih empat gelar di kelas manapun sejak era empat sabuk dimulai pada 1988. Tak pelak, petinju berkebangsaan Amerika Serikat berusia 30 tahun tersebut menyebut dirinya sebagai seorang legenda.

“Ini adalah warisan. Ini adalah sesuatu yang legendaris. Saya seorang legenda. Ini adalah sesuatu yang indah,” kata Charlo.

Laga melawan Castano merupakan yang ke-37 bagi Charlo sepanjang karier profesionalnya. Dalam daftar tersebut, Charlo tercatat meraih 35 kemenangan, sekali imbang, dan sekali kalah ketika kehilangan gelar WBC melawan Tony Harrison pada Desember 2018.[]