News

Jatuh Sakit dan Masuk Ruang ICU, KPK Batal Periksa Surya Darmadi

Jatuh Sakit dan Masuk Ruang ICU, KPK Batal Periksa Surya Darmadi
Surya Darmadi saat hendak dibawa ke RSU Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pemeriksaan terhadap pemilik PT Duta Palma Group, Surya Darmadi alias Apeng batal digelar. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedianya dijadwalkan memeriksa Apeng hari ini namun tidak jadi dilakukan.

Namun Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana menuturkan Apeng saat ini tengah menjalani perawatan intensif di ruangan Intensive Care Unit (ICU) di RSU Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur.

"Sehingga pemeriksaan terhadap Tersangka SD (Surya) dalam proses penyidikan oleh Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang telah dijadwalkan pada Jumat 19 Agustus 2022 bertempat di Gedung Bundar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) ditunda hingga kondisi kesehatan Tersangka SD (Surya) pulih kembali dan siap untuk menjalani pemeriksaan lanjutan," ujar Ketut dalam keterangannya, Jumat (19/8/2022).

baca juga:

Ketut menuturkan hal itu dilakukan berdasarkan alasan kemanusiaan. Sehingga pemeriksaan baru bisa dilakukan hingga Apeng dinilao sudah sehat dan siap untuk menjalani pemeriksaan. 

Sebelumnya Karyoto menyebut pihaknya tak bisa memaksakan pemeriksaan jika yang bersangkutan tidak sedang dalam keadaan sehat. Sebab dalam berita acara pemeriksaan (BAP) pihak terkait diberikan pertanyaan dalam kondisi sehat atau tidak.

"Kalau memang menurut keadaannya tidak layak diperiksa ya kita tidak boleh memaksakan," ujar Karyoto.

Surya Darmadi terjerat kasus korupsi alih fungsi hutan di Provinsi Riau pada Kementerian Kehutanan oleh PT Duta Palma Group.

Kasus itu merupakan pengembangan dari hasil operasi tangkap tangan (OTT) pada 2014. Dalam OTT tersebut, KPK menetapkan Gubernur Riau periode 2014-2019 Annas Maamun dan Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Gulat Medali Emas Manurung sebagai tersangka.

Sementara, Kejaksaan Agung menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka kasus penyerobotan lahan seluas 37.095 hektare di Riau. Surya Darmadi diduga merugikan keuangan negara sejumlah Rp78 triliun.

Dia sempat berstatus buron. Kemudian pulang ke Indonesia dan langsung ditahan Kejaksaan Agung pada Senin, (15/8/2022) di Rutan Kejagung cabang Salemba, Jakarta Pusat.[]