Ekonomi

Jasindo Klaim Ganti Rugi 295 Hektare Padi Gagal Panen di Barito Utara


Jasindo Klaim Ganti Rugi 295 Hektare Padi Gagal Panen di Barito Utara
Sebanyak 295 hektare tanaman padi yang gagal panen akibat banjir di Kecamatan Gunung Timang dan Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah mendapat klaim ganti rugi dari Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) setempat. (ANTARA FOTO)

AKURAT.CO, PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) kucurkan ganti rugi (klaim) kepada para petani di Kecamatan Gunung Timang dan Kecamatan Montallat Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah dikarenakan sebanyak 295 hektare tanaman padi yang gagal panen akibat banjir.

"Saat ini sedang dalam proses verifikasi data di lapangan oleh tim klaim Jasindo," hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Setia Budi di Muara Teweh, Kamis (15/2).

Menurut Budi, sebanyak 295 hektare lahan padi sawah pada musim tanam Oktober-Maret 2017/2018 yang gagal panen akibat terendam banjir milik 600 kelompok tani di sejumlah desa sentra padi sawah di Kecamatan Gunung Timang dan Montallat.

baca juga:

Lahan tanaman padi itu, tutur Budi, diterjang banjir berturut-turut selama tahun 2017 akibat meluapya Sungai Barito dan Sungai Montalllat (anak Sungai Barito) yakni tanaman padi varietas impari maupun tanaman padi berteknologi Hazton.

"Bahkan ada di sejumlah lahan sawah pada lokasi tertentu ada tanaman padi yang terendam banjir sampai lima kali," katanya.

Besaran klaim ganti rugi tanaman padi yang gagal panen akibat bencana alam diantaranya banjir dan longsor, Budi merinci, sebesar Rp6 juta per hektare. Sehingga kalau dibayar semuanya para petani dapat uang klaim mencapai Rp1,8 miliar.

Seperti yang dilansir dari kantor berita Antara, Dinas Pertanian kabupaten Barito Utara berupaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi petani yang melakukan usaha bercocok tanam khususnya padi, pemberian asuransi ini juga diberikan kepada peternak bahkan beberap orang peternak di daerah ini telah menerima klaim dari kematian ternak yang sifatnya bukan dari kesalahan petani, akan tetapi terdampak kejadian ekstrim yang mengakibatkan ternak warga mati, besaran uang klaim untuk ternak sapi Rp10 juta/ekor.

"Kita harapkan pembayaran klaim asurasi milik petani padi sawah itu segera cair sehingga dapat dimanfaatkan warga untuk menanam padi lagi," pungkas Budi.

Pada musim tanam Oktober 2017 sampai Maret 2018 ditargetkan tanaman padi seluas 8.972 hektare yakni padi sawah seluas 3.100 hektare tersebar di Kecamatan Gunung Timang, Teweh Tengah, Teweh Selatan, Teweh Timur, dan Montallat, sedangkan padi ladang seluas 5.872 hektare tersebar di sembilan kecamatan.[]

Sumber: Antara