News

Jasad Ditemukan Dalam Septic Tank, Deretan Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung

Jasad Ditemukan Dalam Septic Tank, Deretan Fakta Pembunuhan Satu Keluarga di Lampung
Ilustrasi. (Freepik)

AKURAT.CO Penemuan jasad satu keluarga di septic tank menghebohkan warga Desa Magra Jaya, Kecamatan Negara Batin, Kabutapen Way Kanan, Lampung. Empat jasad yang ditemukan tersebut terdiri dari anak-anak dan orang dewasa. 

Sementara satu jasad lagi ditemukan terkubur di kebun singkong. Diketahui jasad satu keluarga tersebut dibunuh oleh dua pria yang juga masih kerabat dekat. Keduanya adalah E (38) dan DW (17) dan sudah diamankan ke Polres Way Kanan beserta barang bukti.

Berikut sederet fakta mengenai pembunuhan satu keluarga di Lampung yang berhasil dihimpun Akurat.co dari berbagai sumber. 

baca juga:

1. Menghilang selama satu tahun 

Sebelum akhirnya ditemukan, satu keluarga ini pernah dikabarkan menghilang selama satu tahun sejak 2021 lalu. Warga setempat sudah mulai curiga dengan menghilangnya satu keluarga tersebut karena dianggap terlalu mendadak. Warga sekitar sempat melaporkan kejadian kehilangan itu pada Juli 2022 ke Polsek Negara Batin. 

Dari laporan tersebut polisi mulai melakukan pendalaman dan pencarian untuk bisa mengungkap kasus hilangnya satu keluarga ini. 

2. Pelaku dan korban adalah keluarga kandung 

Siapa sangka rupanya pelaku pembunuhan merupakan saudara kandung dari para korban yakni Zainudin (78) ayah kandung pelaku, Siti Romlah (45) ibu tiri pelaku, Wawan Wahyudin (55) kakak kandung pelaku, dan Zahra (6) yang masih anak-anak adalah keponakan pelaku. 

Korban yang ditemukan di kebun singkong adalah Juwanda (26) adik tiri pelaku. Pelaku EW adalah ayah DW yang berarti adalah anak dan cucu korban. Hal itu juga disampaikan oleh Kapolres Way Kanan AKBP Teddy Rachesna. 

"Kedua pelaku ini adalah anak dan cucu korban Zainudin," ungkapnya pada Kamis (6/10/2022). 

3. Pelaku membunuh karena harta warisan

Pelaku mengaku jika motif pembunuhan tersebut karena persoalan harta warisan yang ingin ia kuasai. 

"Pelaku EW ingin menguasai harta milik korban Zainudin," terang Teddy. 

EW awalnya melancarkan aksinya seorang diri dengan menghabisi nyawa Zainudin, Siti Romlah, dan kakak kandungnya Wawan Wahyudin serta keponakannya, Zahra. Setelah korban meninggal dunia, EW pun membuang keempat jasad keluarganya itu ke dalam septic tank yang berada di rumah ayahnya itu. 

Setelah dimasukkan ke dalam septic tank EW pun menutupnya dengan cor semen. Merasa aksinya mulus, ia pun mengajak sang anak DW untuk membunuh Juwanda. Lebih lanjut Teddy menjelaskan bahwa jasad Juwanda dibawa menggunakan kendaraan pick up untuk dikubur. 

"Korban diangkut menggunakan mobil pick up dibawa ke area tebu atau kebun singkong dan dikubur pelaku," jelas Teddy.

Karena sudah satu tahun, kelima jasad tersebut pun kini hanya tersisa rangka saja. 

Atas perbuatannya, kedua pelaku EW dan DW terancam hukuman selama 15 tahun penjara dan dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Jika dalam pendalaman kasus ditemukan bukti baru seperti pembunuhan berencana maka mereka akan dijerat dengan Pasal 340 KUHP dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup. 

Itu dia beberapa fakta mengenai penemuan jasad satu keluarga yang ditemukan di septic tank. []