Ekonomi

Jasa Pendidikan dari Paud hingga Bimbel Juga Bakal Kena PPN

Pemerintah bakal memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah sesuai revisi UU Nomor 6 Tahun 1983.


Jasa Pendidikan dari Paud hingga Bimbel Juga Bakal Kena PPN
Ilustrasi Pajak (BIMBINGISLAM.COM)

AKURAT.CO Pemerintah bakal memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) pada jasa pendidikan atau sekolah sesuai revisi UU Nomor 6 Tahun 1983.

Tak hanya sembako, dalam rancangan (draft) RUU KUP, dihapusnya jasa pendidikan dari kategori jasa yang tidak dikenai PPN di pasal 4A.

Padahal sebelumnya jasa pendidikan atau sekolah masih masuk dalam bebas PPN lewat PMK 011 Tahun 2014 tentang Kriteria Jasa Pendidikan yang Tidak Dikenai Pajak Pertambahan Nilai. Seperti PAUD, SD, SMP, SMA/SMK hingga bimbel.

Jenis jasa yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai yakni jasa tertentu dalam kelompok jasa sebagai berikut: jasa keagamaan, meliputi jasa yang diberikan oleh penceramah agama atau pengkhotbah dan kegiatan pelayanan ibadah keagamaan yang diselenggarakan rumah ibadah.

Adapun jasa lainnya yang bakal dipunggut PPN lewat revisi RUU KUP yakni jasa pelayanan kesehatan medis, jasa pelayanan sosial, jasa pengiriman surat dengan perangko, jasa keuangan, jasa asuransi, jasa penyiaran yang tidak bersifat iklan, jasa angkutan umum di darat dan di air, jasa angkutan udara dalam negeri yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari jasa angkutan udara luar negeri, jasa tenaga kerja, jasa telepon umum dengan menggunakan uang logam jasa pengiriman uang dengan wesel pos. 

Sebelumnya, semua jasa tersebut masuk dalam kategori jasa bebas pungutan PPN. 

Seperti diketahui, sembako juga sudah tak termasuk bebas PPN lewat revisi RUU KUP. Barang pokok yang dimaksud, seperti beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co