News

Jasa Marga dan Dishub Diminta Pasang Rambu Ganjil Genap di Off Ramp Tol

Polda Metro Jaya meminta Jasa Marga dan Dishub untuk memasang rambu lalu lintas terkait kebijakan ganjil genap di jalan keluar tol atau off ramp tol.


Jasa Marga dan Dishub Diminta Pasang Rambu Ganjil Genap di Off Ramp Tol
Petugas Kepolisian menghadang kendaraan dengan plat nomer ganjil di titik pemeriksaan ganjil genap Bundaran Senayan, Jakarta, Kamis (26/8/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya meminta kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan Dinas Perhubungan untuk memasang rambu lalu lintas terkait kebijakan ganjil genap di jalan keluar tol atau off ramp tol.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, hal tersebut bertujuan agar para pengendara bisa memahami jalur-jalur mana saja yang diberlakukan ganjil genap.

"Kita sarankan ke Jasa Marga maupun Dishub untuk memasang sign atau tanda di off ramp tol bahwa 'Anda memasuki kawasan gage' supaya masyarakat tidak merasa terjebak begitu keluar tol, di jalan tolnya tidak ada gage, tapi begitu keluar tolnya kena gage," kata Sambodo, Sabtu (28/5/2022).

baca juga:

Sambodo menuturkan, pihaknya juga akan mendata ruas-ruas jalan tol mana saja yang off ramp tolnya bersinggungan dengan jalur ganjil genap (gage). Begitu sudah didata, akan segera disampaikan dan disosialisasikan kepada masyarakat.

"Nah ruas-ruas jalan itu kita akan data, off ramp tol itu akan kita data. Jadi ada beberapa off ramp tol atau exit tol yang nanti akan kita datakan, kita akan sampaikan ke masyarakat dan akan kita pasang rambu petunjuk," ucapnya. 

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya resmi memperluas penerapan ganjil genap (gage) di Jakarta yang semula hanya berlaku di 13 titik kini menjadi 26 kawasan.

Kebijakan ini akan berlaku mulai tanggal 6 Juni 2022. Pihak kepolisian juga akan melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada masyarakat terkait kebijakan ini. Sosialisasi dimulai selama satu minggu terhitung sejak 25 Mei 2022 hingga 5 Juni 2022.

"Kemudian tanggal 6-12 selama seminggu kita akan lakukan uji coba. Uji coba dalam arti, ketika ada pelanggaran di 14 kawasan yang baru tersebut maka tidak langsung kita berikan tindakan dengan tilang, tapi kita laksanakan dengan peneguran. Artinya anggota sudah berjaga kemudian kalau ada yang melanggar kita berhentikan kemudian kita lakukan peneguran," ujar Sambodo. 

Setelah uji coba selesai, maka penindakan dengan tilang akan dilakukan secara menyeluruh di 26 lokasi ganjil genap tersebut.

"Nah setelah tanggal 13 maka terhadap seluruh 26 kawasan ini kita laksanakan penindakan," kata Sambodo. []