News

JARI 98 Sebut Ancaman Amien Rais Soal People Power Bisa Jadi Kenyataan

JARI 98 Sebut Ancaman Amien Rais Soal People Power Bisa Jadi Kenyataan
Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais memenuhi panggilan jaksa penuntut umum (JPU) untuk menjadi saksi persidangan terdakwa kasus berita hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet di Pengadilan Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Amien Rais hadir sebagai saksi dalam persidangan kasus berita bohong atau hoaks dengan terdakwa Ratna Sarumpaet atas keterlibatannya dalam peristiwa unjuk rasa 3 Oktober 2018. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Sekretaris Jenderal Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI 98) Ferry Supriyadi ancaman people power bisa menjadi kenyataan apabila anak kandung Amien Rais tidak lolos ke Senayan.

Pernyataan Ferry disampaikan dalam diskusi bertema "Kalah Pemilu, Mungkinkah Ancaman People Power Masih Ngefek ?" di Apollo Cafe Hotel Ibis Budget Cikini Menteng Jakarta Pusat, Selasa (9/4/2019).

"People power bisa terjadi jika anak-anaknya gagal menjadi anggota parlemen," ucap Ferry.

baca juga:

Empat dari lima anak Amien Rais mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Adalah Ahmad Hanafi Rais, Hanum Salsabiela Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dan Ahmad Baihaqy Rais. Mereka nyaleg di DPR RI dan DPRD DIY dengan dapil yang berbeda-beda.

Ferry menilai pernyataan Amien Rais soal ancaman people power tidak mencerminkan seorang negarawan. Padahal, Amien Rais salah satu orang yang dipandang sebagai tokoh reformasi.

"Amien tidak layak sebagai figur yang ditokohkan. Bangsa ini harus maju kedepan," tuturnya.

Ferry menyayangkan dengan kelakuan elite politik yang kerap membuat masyarakat marah, sehingga berpotensi membuat konflik horizontal. Hal ini terbukti dalam kasus Ratna Sarumpaet, setelah modusnya terungkap, teman seperjuangannya lepas tangan.

"Tapi kami yakin ancaman Amien tak ada efeknya. Amien kerap menelikung diakhir jalan. Seperti 98," tuturnya.

Di lokasi yang sama, relawan Jokowi Kanjeng Pangeran Norman mengingatkan kepada Amien Rais supaya taubat, sebab tokoh Muhammadiyah itu tidak sadar jika sedang di manfaatkan oleh kelompok yang sakit hati. 

"Kita harus tetap waspada. Kasihan Amien cuma jadi korban," ucap Norman.[]

Arief Munandar

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu