Lifestyle

Jarang Terjadi, Yuk Kenali Gejala Radang Tenggorokan Pada Bayi dan Balita

Radang tenggorokan dapat terjadi pada semua usia, akan tetapi tidak terlalu umum pada bayi dan balita.


Jarang Terjadi, Yuk Kenali Gejala Radang Tenggorokan Pada Bayi dan Balita
Ilustrasi - Radang tenggorokan pada balita (Freepik)

AKURAT.CO  Radang tenggorokan adalah infeksi yang disebabkan oleh oleh bakteri yang dikenal sebagai Streptococcus pyogenes, juga disebut streptokokus grup A.

Radang tenggorokan dapat terjadi pada semua usia, akan tetapi tidak terlalu umum pada bayi dan balita.

Radang tenggorokan lebih sering terjadi pada anak berusia lima hingga 15 tahun. 

baca juga:

Menurut Mayo Clinic, radang tenggorokan yang berulang kemungkinan bukan merupakan tanda masalah mendasar dengan sistem kekebalan Si Kecil.

Anak-anak yang menderita radang tenggorokan berulang kali biasanya memiliki kontak dengan pembawa radang.

Pembawa radang adalah seseorang yang memiliki bakteri strep, tetapi tidak menunjukkan gejala.

Bakteri penyebab radang tenggorokan cenderung berkumpul di hidung dan tenggorokan.

Jadi aktivitas normal seperti bersin, batuk, atau berjabat tangan dapat dengan mudah menyebarkan infeksi dari satu orang ke orang lain.

Anak-anak dengan radang tenggorokan yang tidak diobati lebih mungkin menyebarkan infeksi ketika gejalanya paling parah, tetapi masih dapat menginfeksi orang lain hingga tiga minggu.

Itulah mengapa sangat penting untuk mengajari anak-anak pentingnya mencuci tangan.

Kebersihan yang baik dapat mengurangi kemungkinan mereka terkena penyakit menular seperti radang tenggorokan.

Menemukan kemungkinan kasus radang pada anak di bawah tiga tahun tidak selalu mudah. Si Kecil mungkin belum bisa menjelaskan gejala yang tejadi pada dirinya.

Plus, tanda-tanda radang tenggorokan pada anak kecil terkadang bisa berbeda dari gejala umum yang dialami anak-anak dan orang dewasa.

Jadi, penting untuk mengetahui apa yang harus dicari.

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa gejala radang tenggorokan pada bayi dan balita : 

Radang tenggorokan pada bayi  

  • Bayi cenderung mengalami demam rendah alias suhu tubuh terlalu rendah

Radang tenggorokan pada balita

  • Demam
  • Rewel dan mungkin memberi tahu bahwa perutnya sakit
  • Beberapa balita dengan radang juga mual dan muntah
  • Menolak untuk makan atau minum
  • Memiliki lapisan kuning atau keputihan pada amandel
  • Memiliki kelenjar leher yang bengkak

Radang tenggorokan pada anak di atas 3 tahun

Anak-anak di usia prasekolah atau sekolah cenderung menunjukkan tanda-tanda klasik radang tenggorokan. Ini dapat mencakup:

  • Sakit tenggorokan yang datang dengan cepat ( tidak setiap sakit tenggorokan kasus radang)
  • Sakit saat menelan
  • Demam
  • Amandel yang berwarna merah, bengkak atau bernanah
  • Ruam merah seperti amplas yang dapat berkembang bersamaan dengan radang
  • Sakit kepala
  • Mual dan muntah

Segera temui dokter jika Si Kecil menunjukkan gejala-gejala di atas. 

Radang tenggorokan dapat didiagnosis dengan tes antigen cepat, tes molekuler (PCR) atau kultur tenggorokan.

Adapun pengujian untuk radang tenggorokan biasanya tidak dianjurkan pada anak-anak di bawah usia tiga tahun, karena infeksi tidak sering terjadi pada kelompok usia ini.