Rahmah

Jarang Banyak Orang Tau, ini Tujuan Diadakannya Maulid Nabi Muhammad

Tujuan utama maulid Nabi adalah ini


Jarang Banyak Orang Tau, ini Tujuan Diadakannya Maulid Nabi Muhammad
Perayaan maulid nabi (pexels.com/raynl)

AKURAT.CO Merayakan maulid Nabi merupakan kegiatan rutin dilakukan oleh umat Islam setiap tiba 12 Rabiul Awwal. Sebagian orang bahkan melakukannya sejak jauh-jauh hari seperti 3 bulan sebelum tiba bulan kelahiran beliau SAW.

Meski demikian ada sementara orang yang menduga kegiatan merayakan maulid Nabi sebagai kegiatan yang bertentangan dengan Islam. Alasannya, karena kegiatan ini tidak pernah dilakukan oleh para sahabat setelah Nabi Muhammad wafat.

Klaim demikian tentu saja tidak benar. Merayakan maulid Nabi tujuannya adalah demi kemuliaan. Bahkan, tujuan sebenarnya adalah beribadah, yaitu dalam bentuk rasa syukur atas diurusnya manusia agung Muhammad SAW.

Seperti dikutip melalui laman NU Online, Imam As-Suyuthi mengatakan demikian:

وأما مجرد فعل البر وما ذكر معه من غير نية أصلا فإنه لا يكاد يتصور ولو تصور ولم يكن عبادة ولا ثواب فيه إذ لا عمل إلا بنية ولا نية هنا إلا الشكر لله تعالى على ولادة هذا النبي صلى الله عليه وسلم في هذا الشهر الشريف

Artinya: “Perbuatan baik dan ibadah lainnya tanpa niat sama sekali hampir-hampir sulit dibayangkan. Kalau pun ya, maka ia tidak bernilai ibadah. Tidak ada pahala di dalamnya karena tidak ada amal tanpa niat. Sedangkan niat di sini (peringatan maulid) tidak lain adalah ekspresi syukur kepada Allah swt atas kelahiran Nabi Muhammad saw pada bulan mulia ini,”(As-Suyuthi, Husnul Maqshid fi Amalil Mawlid, [Beirut, Darul Kutub Al-Ilmiyyah: tanpa tahun], halaman 62).

Rasulullah saw terhadap sahabatnya perihal puasa hari Senin.

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيهِ, وَبُعِثْتُ فِيهِ, أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيهِ

Artinya: “Itu (puasa Senin) hari aku dilahirkan, aku diutus, atau hari wahyu diturunkan kepadaku,” (HR Muslim).

Terkait tujuan utama dari perayaan maulid Nabi untuk menunjukkan rasa syukur atas telah diutusnya Rasulullah, juga disampaikan oleh Imam As-Suyuthj sebagai berikut:

والشكر لله تعالى يحصل بأنواع العبادات كالسجود والصيام والصدقة والتلاوة وأي نعمة أعظم من النعمة ببروز هذا النبي صلى الله عليه وسلم الذي هو نبي الرحمة في ذلك اليوم 

Artinya: “Syukur kepada Allah swt terwujud dengan pelbagai jenis ibadah, misalnya sujud (shalat sunnah), puasa, sedekah, dan membaca Al-Qur’an. Adakah nikmat yang lebih besar pada hari ini dari kelahiran Nabi Muhammad saw, nabi kasih sayang,” (As-Suyuthi: 63).

Oleh sebab itu, bisa disimpulkan, merayakan maulid Nabi bukan hal yang perlu dilarang. Tujuannya adalah mensyukuri nikmat yang Allah berikan, yaitu telah diutusnya Nabi Muhammad untuk seluruh alam.[]

Sumber: NU Online